Deskripsi Surat

Surat Az Zumar terdiri ataz 75 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Saba'. Dinamakan Az Zumar (Rombongan-rombongan) karena perkataan Az Zumar yang terdapat pada ayat 71 dan 73 ini. Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka dihisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan; satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke syurga. Masing- masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu. Surat ini dinamakan juga Al Ghuraf (kamar-kamar) berhubung perkataan ghuraf yang terdapat pada ayat 20, dimana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam syurga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Warna Tajwid Al-Qur'an

Warnai hukum bacaan tajwid untuk mempermudah membaca

Panduan Warna Tajwid (Standar Kemenag RI)
Merah (Idgham) Magenta (Ghunnah / Mad Lazim) Cyan (Iqlab / Mad Wajib) Hijau (Ikhfa / Mad Jaiz) Biru (Qalaqah) Abu-abu (Tidak Dibaca)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Ayat 1
تَنزِيلُ ٱلْكِتَـٰبِ مِنَ ٱللَّهِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَكِيمِ
Tanzīlul-kitābi minallāhil-‘azīzil-ḥakīm(i).
Diturunkannya Kitab (Al-Qur’an) ini (berasal) dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Ayat 2
إِنَّآ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبَ بِٱلْحَقِّ فَٱعْبُدِ ٱللَّهَ مُخْلِصًا لَّهُ ٱلدِّينَ
Innā anzalnā ilaikal-kitāba bil-ḥaqqi fa‘budillāha mukhliṣal lahud-dīn(a).
Sesungguhnya Kami menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) dengan hak. Maka, sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya.
Ayat 3
أَلَا لِلَّهِ ٱلدِّينُ ٱلْخَالِصُ‌ۚ وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَآ إِلَى ٱللَّهِ زُلْفَىٰٓ إِنَّ ٱللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِى مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى مَنْ هُوَ كَـٰذِبٌ كَفَّارٌ
Alā lillāhid-dīnul-khāliṣ(u), wal-lażīnattakhażū min dūnihī auliyā'(a), mā na‘buduhum illā liyuqarribūnā ilallāhi zulfā, innallāha yaḥkumu bainahum fī mā hum fīhi yakhtalifūn(a), innallāha lā yahdī man huwa kāżibun kaffār(un).
Ketahuilah, hanya untuk Allah agama yang bersih (dari syirik). Orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata,) “Kami tidak menyembah mereka, kecuali (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta lagi sangat ingkar.
Ayat 4
لَّوْ أَرَادَ ٱللَّهُ أَن يَتَّخِذَ وَلَدًا لَّٱصْطَفَىٰ مِمَّا يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ‌ۚ سُبْحَـٰنَهُۥ‌ۖ هُوَ ٱللَّهُ ٱلْوَٲحِدُ ٱلْقَهَّارُ
Wa lau arādallāhu ay yattakhiża waladal laṣṭafā mimmā yakhluqu mā yasyā'(u), subḥānah(ū), huwallāhul-wāḥidul-qahhār(u).
Seandainya Allah hendak mengambil (makhluk-Nya sebagai) anak, pasti akan memilih yang Dia kehendaki dari apa yang Dia ciptakan. Maha Suci Dia. Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
Ayat 5
خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ‌ۖ يُكَوِّرُ ٱلَّيْلَ عَلَى ٱلنَّهَارِ وَيُكَوِّرُ ٱلنَّهَارَ عَلَى ٱلَّيْلِ‌ۖ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ‌ۖ كُلٌّ يَجْرِى لِأَجَلٍ مُّسَمًّى‌ۗ أَلَا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفَّـٰرُ
Khalaqas-samāwāti wal-arḍa bil-ḥaqq(i), yukawwirul-laila ‘alan-nahāri wa yukawwirun nahāra ‘alal-laili wa sakhkharasy-syamsa wal-qamar(a), kulluy yajrī li'ajalim musammā(n), alā huwal-‘azīzul-gaffār(u).
Dia (Allah) menciptakan langit dan bumi dengan hak (yang benar). Dia menutupkan malam atas siang, menutupkan siang atas malam, serta menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar menurut waktu yang ditentukan. Ketahuilah, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Ayat 6
خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٲحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ ٱلْأَنْعَـٰمِ ثَمَـٰنِيَةَ أَزْوَٲجٍ‌ۚ يَخْلُقُكُمْ فِى بُطُونِ أُمَّهَـٰتِكُمْ خَلْقًا مِّنۢ بَعْدِ خَلْقٍ فِى ظُلُمَـٰتٍ ثَلَـٰثٍ‌ۚ ذَٲلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ ٱلْمُلْكُ‌ۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ‌ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ
Khalaqakum min nafsiw wāḥidatin ṡumma ja‘ala minhā zaujahā wa anzala lakum minal-an‘āmi ṡamāniyata azwāj(in), yakhluqukum fī buṭūni ummahātikum khalqam mim ba‘di khalqin fī ẓulumātin ṡalāṡ(in), żālikumullāhu rabbukum lahul-mulk(u), lā ilāha illā huw(a), fa'annā tuṣrafūn(a).
Dia menciptakanmu dari jiwa yang satu (Adam), kemudian darinya Dia menjadikan pasangannya dan Dia menurunkan delapan pasang hewan ternak untukmu. Dia menciptakanmu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhanmu, Pemilik kerajaan. Tidak ada tuhan selain Dia. Mengapa kamu dapat berpaling (dari kebenaran)?
Ayat 7
إِن تَكْفُرُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنكُمْ‌ۖ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ ٱلْكُفْرَ‌ۖ وَإِن تَشْكُرُواْ يَرْضَهُ لَكُمْ‌ۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ‌ۗ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ‌ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ
In takfurū fa'innallāha ganiyyun ‘ankum, wa lā yarḍā li‘ibādihil-kufr(a), wa in tasykurū yarḍahu lakum, wa lā taziru wāziratuw wizra ukhrā, ṡumma ilā rabbikum marji‘ukum fa yunabbi'ukum bimā kuntum ta‘malūn(a), innahū ‘alīmum biżātiṣ-ṣudūr(i).
Jika kamu kufur, sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu. Dia pun tidak meridai kekufuran hamba-hamba-Nya. Jika kamu bersyukur, Dia meridai kesyukuranmu itu. Seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain. Kemudian, kepada Tuhanmulah kembalimu, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan di dalam dada.
Ayat 8
۞ وَإِذَا مَسَّ ٱلْإِنسَـٰنَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُۥ مُنِيبًا إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُۥ نِعْمَةً مِّنْهُ نَسِىَ مَا كَانَ يَدْعُوٓاْ إِلَيْهِ مِن قَبْلُ وَجَعَلَ لِلَّهِ أَندَادًا لِّيُضِلَّ عَن سَبِيلِهِۦ‌ۚ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيلاً‌ۖ إِنَّكَ مِنْ أَصْحَـٰبِ ٱلنَّارِ
Wa iżā massal-insāna ḍurrun da‘ā rabbahū munīban ilaihi ṡumma iżā khawwalahū ni‘matan minhu nasiya mā kāna yad‘ū ilaihi min qablu wa ja‘ala lilllāhi andādal liyuḍilla ‘an sabīlih(ī), qul tamatta‘ bikufrika qalīlā(n), innaka min aṣḥābin-nār(i).
Apabila ditimpa bencana, manusia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali (taat) kepada-Nya. Akan tetapi, apabila Dia memberikan nikmat kepadanya, dia lupa terhadap apa yang pernah dia mohonkan kepada Allah sebelum itu dan dia menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bersenang-senanglah dengan kekufuranmu untuk sementara waktu! Sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka.”
Ayat 9
أَمَّنْ هُوَ قَـٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا يَحْذَرُ ٱلْأَخِرَةَ وَيَرْجُواْ رَحْمَةَ رَبِّهِۦ‌ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ‌ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ ٱلْأَلْبَـٰبِ
Amman huwa qānitun ānā'al-laili sājidaw wa qā'imay yaḥżarul-ākhirata wa yarjū raḥmata rabbih(ī), qul hal yastawil-lażīna ya‘lamūna wal-lażīna lā ya‘lamūn(a), innamā yatażakkaru ulul-albāb(i).
(Apakah orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dalam keadaan bersujud, berdiri, takut pada (azab) akhirat, dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah sama orang-orang yang mengetahui (hak-hak Allah) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (hak-hak Allah)?” Sesungguhnya hanya ululalbab (orang yang berakal sehat) yang dapat menerima pelajaran.
Ayat 10
قُلْ يَـٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمْ‌ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُواْ فِى هَـٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ‌ۗ وَأَرْضُ ٱللَّهِ وَٲسِعَةٌ‌ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّـٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
Qul yā ‘ibādil-lażīna āmanuttaqū rabbakum, lil-lażīna aḥsanū fī hāżihid-dun-yā ḥasanah(tun), wa arḍullāhi wāsi‘ah(tun), innamā yuwaffaṣ-ṣābirūna ajrahum bigairi ḥisāb(in).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan.
Ayat 11
قُلْ إِنِّىٓ أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ ٱللَّهَ مُخْلِصًا لَّهُ ٱلدِّينَ
Qul innī umirtu an a‘budallāha mukhliṣal lahud-dīn(a).
Katakanlah, “Sesungguhnya aku diperintahkan untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya.
Ayat 12
وَأُمِرْتُ لِأَنْ أَكُونَ أَوَّلَ ٱلْمُسْلِمِينَ
Wa umirtu li'an akūna awwalal-muslimīn(a).
Aku diperintahkan untuk menjadi orang pertama (dari umatnya) yang berserah diri (kepada Allah).”
Ayat 13
قُلْ إِنِّىٓ أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّى عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ
Qul innī akhāfu in ‘aṣaitu rabbī ‘ażāba yaumin ‘aẓīm(in).
Katakanlah, “Sesungguhnya aku takut azab pada hari yang besar (kiamat) jika aku durhaka kepada Tuhanku.”
Ayat 14
قُلِ ٱللَّهَ أَعْبُدُ مُخْلِصًا لَّهُۥ دِينِى
Qulillāha a‘budu mukhliṣal lahū dīnī.
Katakanlah, “Hanya Allah yang aku sembah dengan mengikhlaskan ketaatanku kepada-Nya.”
Ayat 15
فَٱعْبُدُواْ مَا شِئْتُم مِّن دُونِهِۦ‌ۗ قُلْ إِنَّ ٱلْخَـٰسِرِينَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ‌ۗ أَلَا ذَٲلِكَ هُوَ ٱلْخُسْرَانُ ٱلْمُبِينُ
Fa‘budū mā syi'tum min dūnih(ī), qul innal-khāsirīnal-lażīna khasirū anfusahum wa ahlīhim yaumal-qiyāmah(ti), alā żālika huwal-khusrānul-mubīn(u).
Maka, sembahlah sesukamu selain Dia (wahai orang-orang musyrik!) Katakanlah, “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat.” Ingatlah, yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.
Ayat 16
لَهُم مِّن فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِّنَ ٱلنَّارِ وَمِن تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ‌ۚ ذَٲلِكَ يُخَوِّفُ ٱللَّهُ بِهِۦ عِبَادَهُۥ‌ۚ يَـٰعِبَادِ فَٱتَّقُونِ
Lahum min fauqihim ẓulalum minan-nāri wa min taḥtihim ẓulal(un), żālika yukhawwifullāhu bihī ‘ibādah(ū), yā ‘ibādi fattaqūn(i).
Di atas mereka ada lapisan-lapisan dari api dan di bawah mereka pun ada lapisan-lapisan pula. Demikianlah Allah membuat takut hamba-hamba-Nya dengan (azab) itu. “Wahai hamba-hamba-Ku, bertakwalah kepada-Ku!”
Ayat 17
وَٱلَّذِينَ ٱجْتَنَبُواْ ٱلطَّـٰغُوتَ أَن يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ لَهُمُ ٱلْبُشْرَىٰ‌ۚ فَبَشِّرْ عِبَادِ
Wal-lażīnajtanabuṭ-ṭāgūta ay ya‘budūhā wa anābū ilallāhi lahumul-busyrā, fabasysyir ‘ibād(i).
Orang-orang yang menjauhi tagut, (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali (bertobat) kepada Allah, bagi mereka berita gembira. Maka, sampaikanlah kabar gembira itu kepada hamba-hamba-Ku.
Ayat 18
ٱلَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ ٱلْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُۥٓ‌ۚ أُوْلَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَٮٰهُمُ ٱللَّهُ‌ۖ وَأُوْلَـٰٓئِكَ هُمْ أُوْلُواْ ٱلْأَلْبَـٰبِ
Allażīna yastami‘ūnal-qaula fa yattabi‘ūna aḥsanah(ū), ulā'ikal-lażīna hadāhumullāhu wa ulā'ika hum ulul-albāb(i).
(Yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah ululalbab (orang-orang yang mempunyai akal sehat).
Ayat 19
أَفَمَنْ حَقَّ عَلَيْهِ كَلِمَةُ ٱلْعَذَابِ أَفَأَنتَ تُنقِذُ مَن فِى ٱلنَّارِ
Afaman ḥaqqa ‘alaihi kalimatul-‘ażāb(i), afa'anta tunqiżu man fin-nār(i).
Maka, apakah (engkau, Nabi Muhammad, hendak mengubah nasib) orang-orang yang telah dipastikan mendapat azab? Apakah engkau akan menyelamatkan orang yang berada di dalam neraka?
Ayat 20
لَـٰكِنِ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْاْ رَبَّهُمْ لَهُمْ غُرَفٌ مِّن فَوْقِهَا غُرَفٌ مَّبْنِيَّةٌ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ‌ۖ وَعْدَ ٱللَّهِ‌ۖ لَا يُخْلِفُ ٱللَّهُ ٱلْمِيعَادَ
Lākinil-lażīnattaqau rabbahum lahum gurafum min fauqihā gurafum mabniyyah(tun), tajrī min taḥtihal-anhār(u), wa‘dallāh(i), lā yukhlifullāhul-mī‘ād(a).
Akan tetapi, orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya bagi mereka kamar-kamar (di surga), di atasnya terdapat kamar-kamar yang dibangun (bertingkat-tingkat), dan mengalir di bawahnya sungai-sungai. (Itulah) janji Allah. Allah tidak akan mengingkari janji.
Ayat 21
أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَسَلَكَهُۥ يَنَـٰبِيعَ فِى ٱلْأَرْضِ ثُمَّ يُخْرِجُ بِهِۦ زَرْعًا مُّخْتَلِفًا أَلْوَٲنُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَٮٰهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَجْعَلُهُۥ حُطَـٰمًا‌ۚ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَذِكْرَىٰ لِأُوْلِى ٱلْأَلْبَـٰبِ
Alam tara annallāha anzala minas-samā'i mā'an fasalakahū yanābī‘a fil-arḍi ṡumma yaj‘aluhū ḥuṭāmā(n), ina fī żālika lażikrā li'ulil-albāb(i).
Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia mengalirkannya menjadi sumber-sumber air di bumi. Kemudian, dengan air itu Dia tumbuhkan tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, kemudian ia menjadi kering, engkau melihatnya kekuning-kuningan, kemudian Dia menjadikannya hancur berderai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi ululalbab.
Ayat 22
أَفَمَن شَرَحَ ٱللَّهُ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَـٰمِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِّن رَّبِّهِۦ‌ۚ فَوَيْلٌ لِّلْقَـٰسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكْرِ ٱللَّهِ‌ۚ أُوْلَـٰٓئِكَ فِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ
Afaman syaraḥallāhu ṣadrahū lil-islāmi fahuwa ‘alā nūrim mir rabbih(ī), fawailul lil-qāsiyati qulūbuhum min żikrillāh(i), ulā'ika fī ḍalālim mubīn(in).
Maka, apakah orang yang Allah bukakan hatinya untuk (menerima) agama Islam, lalu mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka, celakalah mereka yang hatinya membatu dari mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.
Ayat 23
ٱللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ ٱلْحَدِيثِ كِتَـٰبًا مُّتَشَـٰبِهًا مَّثَانِىَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ ٱلَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ‌ۚ ذَٲلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهْدِى بِهِۦ مَن يَشَآءُ‌ۚ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنْ هَادٍ
Allāhu nazzala aḥsanal-ḥadīṡi kitābam mutasyābiham maṡāniy(a), taqsya‘irru minhu julūdul-lażīna yakhsyauna rabbahum, ṡumma talīnu julūduhum wa qulūbuhum ilā żikrillāh(i), żālika hudallāhi yahdī bihī may yasyā'(u), wa may yuḍlilillāhu famā lahū min hād(in).
Allah telah menurunkan perkataan yang terbaik, (yaitu) Kitab (Al-Qur’an) yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang. Oleh karena itu, kulit orang yang takut kepada Tuhannya gemetar. Kemudian, kulit dan hati mereka menjadi lunak ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Siapa yang dibiarkan sesat oleh Allah tidak ada yang dapat memberi petunjuk.
Ayat 24
أَفَمَن يَتَّقِى بِوَجْهِهِۦ سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ‌ۚ وَقِيلَ لِلظَّـٰلِمِينَ ذُوقُواْ مَا كُنتُمْ تَكْسِبُونَ
Afamay yattaqī biwajhihī sū'al-‘ażābi yaumal-qiyāmah(ti), wa qīla liẓ-ẓālimīna żūqū mā kuntum taksibūn(a).
Apakah orang yang menghindari azab yang buruk dengan wajahnya pada hari Kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak kena azab)? Dikatakan kepada orang-orang yang zalim, “Rasakanlah balasan apa yang telah kamu kerjakan.”
Ayat 25
كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَأَتَـٰهُمُ ٱلْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ
Każżabal-lażīna min qablihim fa'atāhumul-‘ażābu mi ḥaiṡu lā yasy‘urūn(a).
Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), datanglah azab kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari.
Ayat 26
فَأَذَاقَهُمُ ٱللَّهُ ٱلْخِزْىَ فِى ٱلْحَيَوٲةِ ٱلدُّنْيَا‌ۖ وَلَعَذَابُ ٱلْأَخِرَةِ أَكْبَرُ‌ۚ لَوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ
Fa ażāqahumullāhul-khizya fil-ḥayātid-dun-yā, wa la‘ażābul-ākhirati akbar(u), lau kānū ya‘lamūn(a).
Maka, Allah menimpakan kepada mereka kehinaan dalam kehidupan dunia. Sungguh, azab akhirat lebih besar kalau mereka mengetahui(-nya).
Ayat 27
وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِى هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
Wa laqad ḍarabnā lin-nāsi fī hāżal-qur'āni min kulli maṡalil la‘allahum yatażakkarūn(a).
Sungguh, Kami benar-benar telah membuatkan dalam Al-Qur’an ini segala macam perumpamaan bagi manusia agar mereka mendapat pelajaran.
Ayat 28
قُرْءَانًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِى عِوَجٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Qur'ānan ‘arabiyyan gaira żī ‘iwajil la‘allahum yattaqūn(a).
(Yaitu) Al-Qur’an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) agar mereka bertakwa.
Ayat 29
ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلاً رَّجُلاً فِيهِ شُرَكَآءُ مُتَشَـٰكِسُونَ وَرَجُلاً سَلَمًا لِّرَجُلٍ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلاً‌ۚ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ‌ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Ḍaraballāhu maṡalar rajulan fīhi syurakā'u mutasyākisūna wa rajulan salamal lirajulin hal yastawiyāni maṡalā(n), al-ḥamdu lillāh(i), bal akṡaruhum lā ya‘lamūn(a).
Allah membuat perumpamaan, (yaitu) seorang laki-laki (hamba sahaya) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat, (tetapi) dalam perselisihan dan seorang (hamba sahaya) yang menjadi milik penuh seorang (saja). Apakah keduanya sama keadaannya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui(-nya).
Ayat 30
إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ
Innaka mayyituw wa innahum mayyitūn(a).
Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad akan) mati dan sesungguhnya mereka pun (akan) mati.
Ayat 31
ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ عِندَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُونَ
Ṡumma innakum yaumal-qiyāmati ‘inda rabbikum takhtaṣimūn(a).
Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian pada hari Kiamat akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu.
Ayat 32
۞ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن كَذَبَ عَلَى ٱللَّهِ وَكَذَّبَ بِٱلصِّدْقِ إِذْ جَآءَهُۥٓ‌ۚ أَلَيْسَ فِى جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْكَـٰفِرِينَ
Faman aẓlamu mimman każaba ‘alallāhi wa każżaba biṣ-ṣidqi iż jā'ah(ū), alaisa fī jahannama maṡwal lil-kāfirīn(a).
Maka, siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kebohongan terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di (neraka) Jahanam terdapat tempat tinggal bagi orang-orang kafir?
Ayat 33
وَٱلَّذِى جَآءَ بِٱلصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِۦٓ‌ۙ أُوْلَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُتَّقُونَ
Wal-lażī jā'a biṣ-ṣidqi wa ṣaddaqa bihī ulā'ika humul-muttaqūn(a).
Orang yang membawa kebenaran (Nabi Muhammad) dan yang membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
Ayat 34
لَهُم مَّا يَشَآءُونَ عِندَ رَبِّهِمْ‌ۚ ذَٲلِكَ جَزَآءُ ٱلْمُحْسِنِينَ
Lahum mā yasyā'ūna ‘inda rabbihim, żālika jazā'ul-muḥsinīn(a).
Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhannya. Itulah balasan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.
Ayat 35
لِيُكَفِّرَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ أَسْوَأَ ٱلَّذِى عَمِلُواْ وَيَجْزِيَهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ ٱلَّذِى كَانُواْ يَعْمَلُونَ
Liyukaffirallāhu ‘anhum aswa'al-lażī ‘amilū wa yajziyahum ajrahum bi'aḥsanil-lażī kānū ya‘malūn(a).
(Demikian itu) agar Allah menghapus (dosa) perbuatan mereka yang paling buruk yang pernah mereka lakukan dan memberi pahala kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang dahulu mereka kerjakan.
Ayat 36
أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُۥ‌ۖ وَيُخَوِّفُونَكَ بِٱلَّذِينَ مِن دُونِهِۦ‌ۚ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنْ هَادٍ
Alaisallāhu bikāfin ‘abdah(ū), wa yukhawwifūnaka bil-lażīna min dūnih(ī), wa may yuḍlilillāhu famā lahū min hād(in).
Bukankah Allah yang mencukupi hamba-Nya? Mereka menakut-nakutimu dengan (sesembahan) selain Dia. Siapa yang Allah biarkan sesat tidak ada satu pun yang memberi petunjuk kepadanya.
Ayat 37
وَمَن يَهْدِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّضِلٍّ‌ۗ أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِى ٱنتِقَامٍ
Wa may yahdillāhu famā lahū min muḍill(in), alaisallāhu bi‘azīzin żintiqām(in).
Siapa yang Allah tunjuki tidak satu pun yang menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi Maha Memiliki (kekuasaan) untuk membalas?
Ayat 38
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ‌ۚ قُلْ أَفَرَءَيْتُم مَّا تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ إِنْ أَرَادَنِىَ ٱللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَـٰشِفَـٰتُ ضُرِّهِۦٓ أَوْ أَرَادَنِى بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَـٰتُ رَحْمَتِهِۦ‌ۚ قُلْ حَسْبِىَ ٱللَّهُ‌ۖ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ ٱلْمُتَوَكِّلُونَ
Wa la'in sa'altahum man khalaqas-samāwāti wal-arḍa layaqūlunnallāh(u), qul afara'aitum mā tad‘ūna min dūnillāhi in arādaniyallāhu biḍurrin hal hunna kāsyifātu ḍurrihī au arādanī biraḥmatin hal hunna mumsikātu raḥmatih(ī), qul ḥasbiyallāh(u), ‘alaihi yatawakkalul-mutawakkilūn(a).
Sungguh, jika engkau (Nabi Muhammad) bertanya kepada mereka (kaum musyrik Makkah) siapa yang menciptakan langit dan bumi, niscaya mereka menjawab, “Allah.” Katakanlah, “Kalau begitu, tahukah kamu tentang apa yang kamu sembah selain Allah jika Allah hendak mendatangkan bencana kepadaku, apakah mereka (sesembahan itu) mampu menghilangkan bencana itu atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat mencegah rahmat-Nya?” Katakanlah, “Cukuplah Allah (sebagai pelindung) bagiku. Hanya kepada-Nya orang-orang yang bertawakal berserah diri.”
Ayat 39
قُلْ يَـٰقَوْمِ ٱعْمَلُواْ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَـٰمِلٌ‌ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
Qul yā qaumi‘malū ‘alā makānatikum innī ‘āmil(un), fa saufa ta‘lamūn(a).
Katakanlah, “Wahai kaumku, berbuatlah menurut kedudukanmu! Sesungguhnya aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui
Ayat 40
مَن يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُّقِيمٌ
May ya'tīhi ‘ażābuy yukhzīhi wa yaḥillu ‘alaihi ‘ażābum muqīm(un).
siapa yang akan mendapat siksa yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal.”
Ayat 41
إِنَّآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبَ لِلنَّاسِ بِٱلْحَقِّ‌ۖ فَمَنِ ٱهْتَدَىٰ فَلِنَفْسِهِۦ‌ۖ وَمَن ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا‌ۖ وَمَآ أَنتَ عَلَيْهِم بِوَكِيلٍ
Innā anzalnā ‘alaikal-kitāba lin-nāsi bil-ḥaqq(i), fa manihtadā fa linafsih(ī), wa man ḍalla fa innamā yaḍillu ‘alaihā, wa mā anta ‘alaihim biwakīl(in).
Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) untuk (seluruh) manusia dengan hak. Siapa yang mendapat petunjuk, (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat, sesungguhnya kesesatan itu untuk dirinya sendiri. Engkau bukanlah penanggung jawab mereka.
Ayat 42
ٱللَّهُ يَتَوَفَّى ٱلْأَنفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَٱلَّتِى لَمْ تَمُتْ فِى مَنَامِهَا‌ۖ فَيُمْسِكُ ٱلَّتِى قَضَىٰ عَلَيْهَا ٱلْمَوْتَ وَيُرْسِلُ ٱلْأُخْرَىٰٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى‌ۚ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Allāhu yatawaffal-anfusa ḥīna mautihā wal-latī lam tamut fī manāmihā, fayumsikul-latī qaḍā ‘alaihal-mauta wa yursilul-ukhrā ilā ajalim musammā(n), inna fī żālika la'āyātil liqaumiy yatafakkarūn(a).
Allah menggenggam nyawa (manusia) pada saat kematiannya dan yang belum mati ketika dia tidur. Dia menahan nyawa yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir.
Ayat 43
أَمِ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ شُفَعَآءَ‌ۚ قُلْ أَوَلَوْ كَانُواْ لَا يَمْلِكُونَ شَيْــًٔا وَلَا يَعْقِلُونَ
Amittakhażū min dūnillāhi syufa‘ā'(a), qul awalau kānū lā yamlikūna syai'aw wa lā ya‘qilūn(a).
Apakah mereka juga menjadikan penolong selain Allah? Katakanlah, “Apakah (kamu menjadikannya penolong juga) meskipun mereka tidak memiliki suatu apa pun dan tidak mengerti?”
Ayat 44
قُل لِّلَّهِ ٱلشَّفَـٰعَةُ جَمِيعًا‌ۖ لَّهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ‌ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Qul lillāhisy-syafā‘atu jamī‘ā(n), lahū mulkus-samāwāti wal-arḍ(i), ṡumma ilaihi turja‘ūn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Hanya milik Allah pertolongan itu semuanya. Milik-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian, hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.”
Ayat 45
وَإِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَحْدَهُ ٱشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْأَخِرَةِ‌ۖ وَإِذَا ذُكِرَ ٱلَّذِينَ مِن دُونِهِۦٓ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ
Wa iżā żukirallāhu waḥdahusyma'azzat qulūbul-lażīna lā yu'minūna bil-ākhirah(ti), wa iżā żukiral-lażīna min dūnihī iżā hum yastabsyirūn(a).
Apabila hanya (nama) Allah yang disebut, hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat kesal. Namun, apabila (nama-nama sembahan) selain Allah disebut, tiba-tiba mereka bergembira.
Ayat 46
قُلِ ٱللَّهُمَّ فَاطِرَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ عَـٰلِمَ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ أَنتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِى مَا كَانُواْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ
Qulillāhumma fāṭiras-samāwāti wal-arḍi ‘ālimal-gaibi wasy-syahādati anta taḥkumu baina ‘ibādika fīmā kānū fīhi yakhtalifūn(a).
Katakanlah, “Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, yang mengetahui segala yang gaib dan nyata, Engkaulah yang memutuskan di antara hamba-hamba-Mu apa yang selalu mereka perselisihkan.”
Ayat 47
وَلَوْ أَنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ مَا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُۥ مَعَهُۥ لَٱفْتَدَوْاْ بِهِۦ مِن سُوٓءِ ٱلْعَذَابِ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ‌ۚ وَبَدَا لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ مَا لَمْ يَكُونُواْ يَحْتَسِبُونَ
Wa lau anna lil-lażīna ẓalamū mā fil-arḍi jamī‘aw wa miṡlahū ma‘ahū laftadau bihī min sū'il-‘ażābi yaumal-qiyāmah(ti), wa badā lahum minallāhi mā lam yakūnū yaḥtasibūn(a).
Sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai segala apa yang ada di bumi dan ditambah lagi sebanyak itu, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari azab yang buruk pada hari Kiamat. Tampak jelaslah bagi mereka (azab) dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan.
Ayat 48
وَبَدَا لَهُمْ سَيِّـَٔـاتُ مَا كَسَبُواْ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ
Wa badā lahum sayyi'ātu mā kasabū wa ḥāqa bihim mā kānū bihī yastahzi'ūn(a).
Tampak jelaslah bagi mereka keburukan-keburukan yang mereka kerjakan (di dunia) dan mereka diliputi oleh (azab) yang selalu mereka olok-olokkan.
Ayat 49
فَإِذَا مَسَّ ٱلْإِنسَـٰنَ ضُرٌّ دَعَانَا ثُمَّ إِذَا خَوَّلْنَـٰهُ نِعْمَةً مِّنَّا قَالَ إِنَّمَآ أُوتِيتُهُۥ عَلَىٰ عِلْمِۭ‌ۚ بَلْ هِىَ فِتْنَةٌ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Fa'iżā massal-insāna ḍurrun da‘ānā ṡumma iżā khawwalnāhu ni‘matam minnā, qāla innamā ūtītuhū ‘alā ‘ilm(in), bal hiya fitnatuw wa lākinna akṡarahum lā ya‘lamūn(a).
Apabila ditimpa bencana, manusia menyeru Kami. Kemudian, apabila Kami memberikan nikmat sebagai anugerah Kami kepadanya, dia berkata, “Sesungguhnya aku diberikan (nikmat) itu hanyalah karena kepintaranku.” Sebenarnya, itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui(-nya).
Ayat 50
قَدْ قَالَهَا ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَمَآ أَغْنَىٰ عَنْهُم مَّا كَانُواْ يَكْسِبُونَ
Qad qālahal-lażīna min qablihim famā agnā ‘anhum mā kānū yaksibūn(a).
Sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mengatakan hal itu. Maka, tidak berguna lagi bagi mereka apa yang selalu mereka usahakan.
Ayat 51
فَأَصَابَهُمْ سَيِّـَٔـاتُ مَا كَسَبُواْ‌ۚ وَٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنْ هَـٰٓؤُلَآءِ سَيُصِيبُهُمْ سَيِّـَٔـاتُ مَا كَسَبُواْ وَمَا هُم بِمُعْجِزِينَ
Fa'aṣābahum sayyi'ātu mā kasabū, wal-lażīna ẓalamū min hā'ulā'i sayuṣībuhum sayyi'ātu mā kasabū, wa mā hum bimu‘jizīn(a).
Lalu, mereka ditimpa (bencana akibat) keburukan-keburukan yang mereka perbuat. Orang-orang yang zalim di antara mereka juga akan ditimpa (bencana akibat) keburukan-keburukan yang mereka perbuat dan tidak dapat melepaskan diri (darinya).
Ayat 52
أَوَلَمْ يَعْلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ‌ۚ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Awalam ya‘lamū annallāha yabsuṭur-rizqa limay yasyā'u wa yaqdir(u), inna fī żālika la'āyātil liqaumiy yu'minūn(a).
Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya (bagi siapa yang Dia kehendaki)? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.
Ayat 53
۞ قُلْ يَـٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُواْ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا‌ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
Qul yā ‘ibādiyal-lażīna asrafū ‘alā anfusihim lā taqnaṭū mir raḥmatillāh(i), innallāha yagfiruż-żunūba jamī‘ā(n), innahū huwal-gafūrur-raḥīm(u).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Ayat 54
وَأَنِيبُوٓاْ إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُواْ لَهُۥ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَكُمُ ٱلْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ
Wa anībū ilā rabbikum wa aslimū lahū min qabli ay ya'tiyakumul-‘ażābu ṡumma lā tunṣarūn(a).
Kembalilah kepada Tuhanmu dan berserahdirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak akan ditolong.
Ayat 55
وَٱتَّبِعُوٓاْ أَحْسَنَ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَكُمُ ٱلْعَذَابُ بَغْتَةً وَأَنتُمْ لَا تَشْعُرُونَ
Wattabi‘ū aḥsana mā unzila ilaikum mir rabbikum min qabli ay ya'tiyakumul ‘ażābu bagtataw wa antum lā tasy‘urūn(a).
Ikutilah sebaik-baik apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu (Al-Qur’an) sebelum azab datang kepadamu secara mendadak, sedangkan kamu tidak menyadarinya.
Ayat 56
أَن تَقُولَ نَفْسٌ يَـٰحَسْرَتَىٰ عَلَىٰ مَا فَرَّطتُ فِى جَنۢبِ ٱللَّهِ وَإِن كُنتُ لَمِنَ ٱلسَّـٰخِرِينَ
An taqūla yā ḥasratā ‘alā mā farraṭṭu fī jambillāhi wa in kuntu laminas-sākhirīn(a).
(Maksudnya,) supaya (tidak) ada orang yang berkata, “Alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah dan sesungguhnya aku benar-benar termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah).”
Ayat 57
أَوْ تَقُولَ لَوْ أَنَّ ٱللَّهَ هَدَٮٰنِى لَكُنتُ مِنَ ٱلْمُتَّقِينَ
Au taqūla lau annallāha hadānī lakuntu minal-muttaqīn(a).
Atau, supaya (tidak) ada yang berkata, “Seandainya Allah memberi petunjuk kepadaku, tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa.”
Ayat 58
أَوْ تَقُولَ حِينَ تَرَى ٱلْعَذَابَ لَوْ أَنَّ لِى كَرَّةً فَأَكُونَ مِنَ ٱلْمُحْسِنِينَ
Au taqūla ḥīna taral-‘ażāba lau anna lī karratan fa akūna minal-muḥsinīn(a).
Atau, supaya (tidak) ada (pula) yang berkata ketika melihat azab, “Seandainya aku dapat kembali (ke dunia), tentu aku termasuk orang-orang yang muhsin.”
Ayat 59
بَلَىٰ قَدْ جَآءَتْكَ ءَايَـٰتِى فَكَذَّبْتَ بِهَا وَٱسْتَكْبَرْتَ وَكُنتَ مِنَ ٱلْكَـٰفِرِينَ
Balā qad jā'atka āyātī fa każżabta bihā wastakbarta wa kunta minal-kāfirīn(a).
Tidak begitu! Sebenarnya ayat-ayat-Ku telah datang kepadamu, tetapi kamu mendustakannya, menyombongkan diri, dan termasuk orang-orang kafir.
Ayat 60
وَيَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ تَرَى ٱلَّذِينَ كَذَبُواْ عَلَى ٱللَّهِ وُجُوهُهُم مُّسْوَدَّةٌ‌ۚ أَلَيْسَ فِى جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْمُتَكَبِّرِينَ
Wa yaumal-qiyāmati taral-lażīna każabū ‘alallāhi wujūhuhum muswaddah(tun), alaisa fī jahannama maṡwal lil-mutakabbirīn(a).
Pada hari Kiamat, engkau akan melihat bahwa orang-orang yang berdusta kepada Allah wajahnya menghitam. Bukankah (neraka) Jahanam itu tempat tinggal bagi orang-orang yang takabur?
Ayat 61
وَيُنَجِّى ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْاْ بِمَفَازَتِهِمْ لَا يَمَسُّهُمُ ٱلسُّوٓءُ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Wa yunajjillāhul-lażīnattaqau bimafāzatihim, lā yamassuhumus-sū'u wa lā hum yaḥzanūn(a).
Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangannya sehingga mereka tidak disentuh oleh azab dan tidak bersedih.
Ayat 62
ٱللَّهُ خَـٰلِقُ كُلِّ شَىْءٍ‌ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ وَكِيلٌ
Allāhu khāliqu kulli syai'(in), wa huwa ‘alā kulli syai'iw wakīl(un).
Allah adalah pencipta segala sesuatu dan Dia Maha Pemelihara atas segala sesuatu.
Ayat 63
لَّهُۥ مَقَالِيدُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ‌ۗ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔـايَـٰتِ ٱللَّهِ أُوْلَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ
Lahū maqālīdus-samāwāti wal-arḍ(i), wal-lażīna kafarū bi'āyātillāhi ulā'ika humul-khāsirūn(a).
Milik-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang rugi.
Ayat 64
قُلْ أَفَغَيْرَ ٱللَّهِ تَأْمُرُوٓنِّىٓ أَعْبُدُ أَيُّهَا ٱلْجَـٰهِلُونَ
Qul afagairallāhi ta'murūnnī a‘budu ayyuhal-jāhilūn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah kamu menyuruhku (untuk) menyembah selain Allah, wahai orang-orang yang bodoh?”
Ayat 65
وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ
Wa laqad ūḥiya ilaika wa ilal-lażīna min qablik(a), la'in asyrakta layaḥbaṭanna ‘amaluka wa latakūnanna minal-khāsirīn(a).
Sungguh, benar-benar telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang (para nabi) sebelummu, “Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan gugurlah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang-orang yang rugi.
Ayat 66
بَلِ ٱللَّهَ فَٱعْبُدْ وَكُن مِّنَ ٱلشَّـٰكِرِينَ
Balillāha fa‘bud wa kum minasy-syākirīn(a).
Oleh karena itu, sembahlah Allah (saja) dan jadilah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur.”
Ayat 67
وَمَا قَدَرُواْ ٱللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِۦ وَٱلْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ وَٱلسَّمَـٰوَٲتُ مَطْوِيَّـٰتُۢ بِيَمِينِهِۦ‌ۚ سُبْحَـٰنَهُۥ وَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Wa mā qadarullāha ḥaqqa qadrih(ī), wal-arḍu jamī‘an qabḍatuhū yaumal-qiyāmati was-samāwātu maṭwiyyātum biyamīnih(ī), subḥānahū wa ta‘ālā ‘ammā yusyrikūn(a).
Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya. Padahal, bumi seluruhnya (ada dalam) genggaman-Nya pada hari Kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.
Ayat 68
وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُ‌ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنظُرُونَ
Wa nufikha fiṣ-ṣūri faṣa‘iqa man fis-samāwāti wa man fil-arḍi illā man syā'allāh(u), ṡumma nufikha fīhi ukhrā fa'iżā hum qiyāmuy yanẓurūn(a).
Sangkakala pun ditiup sehingga matilah semua (makhluk) yang (ada) di langit dan di bumi, kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian, ia ditiup sekali lagi. Seketika itu, mereka bangun (dari kuburnya dan) menunggu (keputusan Allah).
Ayat 69
وَأَشْرَقَتِ ٱلْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ ٱلْكِتَـٰبُ وَجِاْىٓءَ بِٱلنَّبِيِّــۧنَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَقُضِىَ بَيْنَهُم بِٱلْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Wa asyraqatil-arḍu binūri rabbihā wa wuḍi‘al-kitābu wa jī'a bin-nabiyyīna wasy-syuhadā'i wa quḍiya bainahum bil-ḥaqqi wa hum lā yuẓlamūn(a).
Bumi (padang Mahsyar) menjadi terang benderang dengan cahaya Tuhannya, buku (catatan amal) diberikan (kepada setiap orang), para nabi dan para saksi pun dihadirkan, lalu diberikan keputusan di antara mereka secara adil dan mereka tidak dizalimi.
Ayat 70
وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَا يَفْعَلُونَ
Wa wuffiyat kullu nafsim mā ‘amilat wa huwa a‘lamu bimā yaf‘alūn(a).
Setiap jiwa diberi balasan dengan sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya dan Dia paling tahu tentang apa yang mereka lakukan.
Ayat 71
وَسِيقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًا‌ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَٲبُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَآ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ ءَايَـٰتِ رَبِّكُمْ وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَآءَ يَوْمِكُمْ هَـٰذَا‌ۚ قَالُواْ بَلَىٰ وَلَـٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ ٱلْعَذَابِ عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ
Wasīqal-lażīna kafarū ilā jahannama zumarā(n), ḥattā iżā jā'ūhā futiḥat abwābuhā wa qāla lahum khazanatuhā alam ya'tikum rusulum minkum yatlūna ‘alaikum āyāti rabbikum wa yunżirūnakum liqā'a yaumikum hāżā, qālū balā wa lākin ḥaqqat kalimatul-‘ażābi ‘alal-kāfirīn(a).
Orang-orang yang kufur digiring ke (neraka) Jahanam secara berombongan sehingga apabila mereka telah sampai di sana, pintu-pintunya dibuka dan para penjaganya berkata kepada mereka, “Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu yang membacakan ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu pertemuan (dengan) harimu ini?” Mereka menjawab, “Benar, (telah datang para rasul).” Akan tetapi, ketetapan azab pasti berlaku terhadap orang-orang kafir.
Ayat 72
قِيلَ ٱدْخُلُوٓاْ أَبْوَٲبَ جَهَنَّمَ خَـٰلِدِينَ فِيهَا‌ۖ فَبِئْسَ مَثْوَى ٱلْمُتَكَبِّرِينَ
Qīladkhulū abwāba jahannama khālidīna fīhā, fa bi'sa maṡwal-mutakabūbirīn(a).
Dikatakan (kepada mereka), “Masuklah pintu-pintu (neraka) Jahanam (untuk tinggal) di dalamnya selama-lamanya!” Maka, (neraka Jahanam) itu seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang takabur.
Ayat 73
وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْاْ رَبَّهُمْ إِلَى ٱلْجَنَّةِ زُمَرًا‌ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَٲبُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَـٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَٱدْخُلُوهَا خَـٰلِدِينَ
Wasīqal-lażīnattaqau rabbahum ilal-jannati zumarā(n), ḥattā iżā jā'ūhā wa futiḥat abwābuhā wa qāla lahum khazanatuhā salāmun ‘alaikum ṭibtum fadkhulūhā khālidīn(a).
Orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan sehingga apabila mereka telah sampai di sana dan pintu-pintunya telah dibuka, para penjaganya berkata kepada mereka, “Salāmun ‘alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu), berbahagialah kamu. Maka, masuklah ke dalamnya (untuk tinggal) selama-lamanya!”
Ayat 74
وَقَالُواْ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى صَدَقَنَا وَعْدَهُۥ وَأَوْرَثَنَا ٱلْأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ ٱلْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَآءُ‌ۖ فَنِعْمَ أَجْرُ ٱلْعَـٰمِلِينَ
Wa qālul-ḥamdu lillāhil-lażī ṣadaqanā wa‘dahū wa auraṡanal-arḍa natabawwa'u minal-jannati ḥaiṡu nasyā'(u), fani‘ma ajrul-‘āmilīn(a).
Mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya dan mewariskan bumi (di akhirat) ini kepada kami sehingga dapat menempati surga sesuai dengan kehendak kami.” (Surga adalah) sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal (saleh).
Ayat 75
وَتَرَى ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ حَآفِّينَ مِنْ حَوْلِ ٱلْعَرْشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ‌ۖ وَقُضِىَ بَيْنَهُم بِٱلْحَقِّ وَقِيلَ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
Wa taral-malā'ikata ḥāffīna min ḥaulil-‘arsyi yusabbiḥūna biḥamdi rabbihim, wa quḍiya bainahum bil-ḥaqqi wa qīlal-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn(a).
Engkau (Nabi Muhammad) akan melihat malaikat melingkar di sekeliling ʻArasy. Mereka bertasbih sambil memuji Tuhannya. (Urusan) di antara mereka (seluruh makhluk) diputuskan dengan hak (adil). (Ketika itu) dikatakan, “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”
RUANG JUARA
TUMBUH LEBIH BAIK
Islami
Habbit Tracker
Assesmen & Tes Psikologi
Konsultasi
Video Interaktif
Event
Berita
Forum
ZISWAF
Marketplace
Gamifikasi
Profil Sekolah
Lanjutkan Bacaanmu: Qs. Ali 'Imran
198 ayat lagi 1%
Mulai Sedekah Subuh 🔥 Sedekah Subuh

Salurkan sedekah terbaik Anda di waktu subuh untuk mendatangkan rahmat dan melipatgandakan pahala kebaikan.

Siswi Menjadi Kuli
Siswi Menjadi Kuli Demi Sekolah dan Keluarga
Terkumpul Rp22.722.583
Sisa hari 20
Si Kecil Marselino
Si Kecil Marselino Lahir Tanpa Anus
Terkumpul Rp14.890.000
Sisa hari 15
Orang tua Dipenjara
Orang tua Dipenjara, Balita Butuh Uluran Tangan
Terkumpul Rp8.230.120
Sisa hari 8
Bantu Lansia
Bantu Lansia Sebatang Kara Bertahan Hidup di Gubuk
Terkumpul Rp31.250.000
Sisa hari 24
Guru Ngaji
Sedekah Subuh: Sembako untuk Guru Ngaji Pelosok
Terkumpul Rp12.430.000
Sisa hari 11
Air Bersih
Aliran Air Bersih untuk Masjid di Lereng Gunung
Terkumpul Rp5.600.000
Sisa hari 5
Rumah Quran
Patungan Pembangunan Rumah Qur'an Yatim Piatu
Terkumpul Rp45.100.000
Sisa hari 30
Operasi Katarak
Operasi Katarak Gratis untuk Ribuan Kakek-Nenek
Terkumpul Rp28.900.000
Sisa hari 18
Kursi Roda
Patungan Kursi Roda Baru untuk Siswa Difabel
Terkumpul Rp19.500.000
Sisa hari 22
Bangun Sekolah
Bantu Bangun Kembali Sekolah Roboh akibat Gempa
Terkumpul Rp62.400.000
Sisa hari 45
Selamat Datang, Juara!

Selesaikan misi harianmu hari ini untuk mendapatkan bonus Koin Ruang Juara!

Ruang Islami
⭐ Ruang Islami Terpadu

Pilih program ibadah dan tuntunan di bawah ini untuk memulai.

Al-Qur'an
Tuntunan Shalat
Tuntunan Do'a
Arah Kiblat
Hadits
Asmaul Husna
Lanjutkan Bacaanmu: Qs. Ali 'Imran
198 ayat lagi 1%
Al-Qur'an
📖 Al-Qur'an Digital

Lanjutkan hafalan dan bacaan Al-Qur'an harianmu. Klik surah untuk melacak progres bacaan secara otomatis.

Lanjutkan Bacaanmu: Qs. Ali 'Imran
198 ayat lagi 1%
1
Al-Fatihah
Pembukaan • 7 Ayat
Selesai
2
Al-Baqarah
Sapi • 286 Ayat
120/286 Ayat
3
Ali 'Imran
Keluarga Imran • 200 Ayat
2/200 Ayat
4
An-Nisa'
Wanita • 176 Ayat
Mulai
5
Al-Ma'idah
Hidangan • 120 Ayat
Mulai
6
Al-An'am
Binatang Ternak • 165 Ayat
Mulai
7
Al-A'raf
Tempat Tertinggi • 206 Ayat
Mulai
8
Al-Anfal
Rampasan Perang • 75 Ayat
Mulai
9
At-Taubah
Pengampunan • 129 Ayat
Mulai
10
Yunus
Yunus • 109 Ayat
Mulai
11
Hud
Hud • 123 Ayat
Mulai
12
Yusuf
Yusuf • 111 Ayat
Mulai
13
Ar-Ra'd
Guruh • 43 Ayat
Mulai
14
Ibrahim
Ibrahim • 52 Ayat
Mulai
15
Al-Hijr
Hijr • 99 Ayat
Mulai
16
An-Nahl
Lebah • 128 Ayat
Mulai
17
Al-Isra'
Memperjalankan Malam Hari • 111 Ayat
Mulai
18
Al-Kahf
Goa • 110 Ayat
Mulai
19
Maryam
Maryam • 98 Ayat
59/98 Ayat
20
Taha
Taha • 135 Ayat
Mulai
21
Al-Anbiya'
Para Nabi • 112 Ayat
Mulai
22
Al-Hajj
Haji • 78 Ayat
Mulai
23
Al-Mu'minun
Orang-Orang Mukmin • 118 Ayat
Mulai
24
An-Nur
Cahaya • 64 Ayat
Mulai
25
Al-Furqan
Pembeda • 77 Ayat
Mulai
26
Asy-Syu'ara'
Para Penyair • 227 Ayat
Mulai
27
An-Naml
Semut-semut • 93 Ayat
Mulai
28
Al-Qasas
Kisah-Kisah • 88 Ayat
Mulai
29
Al-'Ankabut
Laba-Laba • 69 Ayat
Mulai
30
Ar-Rum
Romawi • 60 Ayat
Mulai
31
Luqman
Luqman • 34 Ayat
Mulai
32
As-Sajdah
Sajdah • 30 Ayat
Mulai
33
Al-Ahzab
Golongan Yang Bersekutu • 73 Ayat
Mulai
34
Saba'
Saba' • 54 Ayat
Mulai
35
Fatir
Maha Pencipta • 45 Ayat
Mulai
36
Yasin
Yasin • 83 Ayat
Mulai
37
As-Saffat
Barisan-Barisan • 182 Ayat
Mulai
38
Sad
Sad • 88 Ayat
Mulai
39
Az-Zumar
Rombongan • 75 Ayat
Mulai
40
Ghafir
Maha Pengampun • 85 Ayat
Mulai
41
Fussilat
Yang Dijelaskan • 54 Ayat
Mulai
42
Asy-Syura
Musyawarah • 53 Ayat
Mulai
43
Az-Zukhruf
Perhiasan • 89 Ayat
Mulai
44
Ad-Dukhan
Kabut • 59 Ayat
Mulai
45
Al-Jasiyah
Berlutut • 37 Ayat
Mulai
46
Al-Ahqaf
Bukit Pasir • 35 Ayat
Mulai
47
Muhammad
Muhammad • 38 Ayat
Mulai
48
Al-Fath
Kemenangan • 29 Ayat
Mulai
49
Al-Hujurat
Kamar-Kamar • 18 Ayat
Mulai
50
Qaf
Qaf • 45 Ayat
Mulai
51
Az-Zariyat
Angin yang Menerbangkan • 60 Ayat
Mulai
52
At-Tur
Bukit Tursina • 49 Ayat
Mulai
53
An-Najm
Bintang • 62 Ayat
Mulai
54
Al-Qamar
Bulan • 55 Ayat
Mulai
55
Ar-Rahman
Maha Pengasih • 78 Ayat
Mulai
56
Al-Waqi'ah
Hari Kiamat • 96 Ayat
Mulai
57
Al-Hadid
Besi • 29 Ayat
Mulai
58
Al-Mujadilah
Gugatan • 22 Ayat
Mulai
59
Al-Hasyr
Pengusiran • 24 Ayat
Mulai
60
Al-Mumtahanah
Wanita Yang Diuji • 13 Ayat
Mulai
61
As-Saff
Barisan • 14 Ayat
Mulai
62
Al-Jumu'ah
Jumat • 11 Ayat
Mulai
63
Al-Munafiqun
Orang-Orang Munafik • 11 Ayat
Mulai
64
At-Tagabun
Pengungkapan Kesalahan • 18 Ayat
Mulai
65
At-Talaq
Talak • 12 Ayat
Mulai
66
At-Tahrim
Pengharaman • 12 Ayat
Mulai
67
Al-Mulk
Kerajaan • 30 Ayat
Mulai
68
Al-Qalam
Pena • 52 Ayat
Mulai
69
Al-Haqqah
Hari Kiamat • 52 Ayat
Mulai
70
Al-Ma'arij
Tempat Naik • 44 Ayat
Mulai
71
Nuh
Nuh • 28 Ayat
Mulai
72
Al-Jinn
Jin • 28 Ayat
Mulai
73
Al-Muzzammil
Orang Yang Berselimut • 20 Ayat
Mulai
74
Al-Muddassir
Orang Yang Berkemul • 56 Ayat
Mulai
75
Al-Qiyamah
Hari Kiamat • 40 Ayat
Mulai
76
Al-Insan
Manusia • 31 Ayat
Mulai
77
Al-Mursalat
Malaikat Yang Diutus • 50 Ayat
Mulai
78
An-Naba'
Berita Besar • 40 Ayat
Mulai
79
An-Nazi'at
Malaikat Yang Mencabut • 46 Ayat
Mulai
80
'Abasa
Bermuka Masam • 42 Ayat
Mulai
81
At-Takwir
Penggulungan • 29 Ayat
Mulai
82
Al-Infitar
Terbelah • 19 Ayat
Mulai
83
Al-Mutaffifin
Orang-Orang Curang • 36 Ayat
Mulai
84
Al-Insyiqaq
Terbelah • 25 Ayat
Mulai
85
Al-Buruj
Gugusan Bintang • 22 Ayat
Mulai
86
At-Tariq
Yang Datang Di Malam Hari • 17 Ayat
Mulai
87
Al-A'la
Maha Tinggi • 19 Ayat
Mulai
88
Al-Gasyiyah
Hari Kiamat • 26 Ayat
Mulai
89
Al-Fajr
Fajar • 30 Ayat
Mulai
90
Al-Balad
Negeri • 20 Ayat
Mulai
91
Asy-Syams
Matahari • 15 Ayat
Mulai
92
Al-Lail
Malam • 21 Ayat
Mulai
93
Ad-Duha
Duha • 11 Ayat
Mulai
94
Al-Insyirah
Lapang • 8 Ayat
Mulai
95
At-Tin
Buah Tin • 8 Ayat
Mulai
96
Al-'Alaq
Segumpal Darah • 19 Ayat
Mulai
97
Al-Qadr
Kemuliaan • 5 Ayat
Mulai
98
Al-Bayyinah
Bukti Nyata • 8 Ayat
Mulai
99
Az-Zalzalah
Guncangan • 8 Ayat
Mulai
100
Al-'Adiyat
Kuda Yang Berlari Kencang • 11 Ayat
Mulai
101
Al-Qari'ah
Hari Kiamat • 11 Ayat
Mulai
102
At-Takasur
Bermegah-Megahan • 8 Ayat
Mulai
103
Al-'Asr
Masa • 3 Ayat
Mulai
104
Al-Humazah
Pengumpat • 9 Ayat
Mulai
105
Al-Fil
Gajah • 5 Ayat
Mulai
106
Quraisy
Quraisy • 4 Ayat
Mulai
107
Al-Ma'un
Barang Yang Berguna • 7 Ayat
Mulai
108
Al-Kausar
Pemberian Yang Banyak • 3 Ayat
Mulai
109
Al-Kafirun
Orang-Orang kafir • 6 Ayat
Mulai
110
An-Nasr
Pertolongan • 3 Ayat
Mulai
111
Al-Lahab
Api Yang Bergejolak • 5 Ayat
Mulai
112
Al-Ikhlas
Ikhlas • 4 Ayat
Mulai
113
Al-Falaq
Subuh • 5 Ayat
Mulai
114
An-Nas
Manusia • 6 Ayat
Mulai
Tuntunan Shalat
🛐 Tuntunan Shalat

Pelajari tata cara shalat, rukun, gerakan, dan bacaan shalat sesuai sunnah.

Syarat & Rukun
Bab 1
Testing

Ini adalah testing

Bab 2
Rukun-Rukun Shalat

13 Rukun ShalatGerakan dan ucapan wajib yang harus dipenuhi:Niat di dalam hati.Berdiri tegak bagi ya...

Bab 3
Syarat Wajib & Syarat Sah Shalat

Syarat Wajib ShalatIslam: Kewajiban shalat hanya dibebankan kepada seorang Muslim.Baligh: Anak-anak ...

Tata Cara Shalat
Bab 4
Tata Cara Gerakan & Bacaan Shalat

1. Niat Shalat Fardhu Sebelum shalat dimulai, disunnahkan melafalkan niat...

Dzikir & Doa
Bab 5
Wirid & Dzikir Setelah Shalat

Bacaan Istighfar (3x)أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَAstaghfirullaahal 'adhi...

Tuntunan Do'a
🤲 Tuntunan Do'a

Temukan kumpulan doa-doa shahih bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW.

Bab 1
Doa Harian Muslim

Rangkaian doa harian sejak bangun tidur hingga akan memejamkan mata kembali.

Bab 2
Doa Rumah & Masjid

Perlindungan dan permohonan cahaya saat memasuki serta melangkahi batas tempat ibadah.

Bab 3
Doa Dalam Shalat & Ibadah

Doa-doa khusus yang dilafalkan untuk memohon pilihan terbaik dan petunjuk saat ibadah.

Bab 4
Doa Perlindungan & Keselamatan

Wirid perlindungan dari fitnah akhir zaman, wabah penyakit, dan kebaikan hidup.

Bab 5
Doa Orang Tua & Keluarga

Pilar doa bakti kepada bapak-ibu dan permohonan keharmonisan rumah tangga.

Arah Kiblat
🧭 Kompas Kiblat

Tentukan arah shalat menuju Ka'bah di Makkah menggunakan sensor kompas perangkat Anda secara langsung.

U T S B
Arah Kiblat: 295° WNW

Diukur searah jarum jam dari Utara geografis.

LOKASIMU Jakarta, ID
JARAK ~7.915 km

Gunakan browser HP dan izinkan akses lokasi/sensor kompas.

Habbit Tracker
Faza Juara Islam
POINTS 140
STATUS GREAT
BULAN INI 75%
Aulia Juara Islam
POINTS 157
STATUS OUTSTANDING
BULAN INI 84%
Wed 1
Thu 2
Fri 3
Sat 4
Sun 5
Mon 6
Tue 7
Wed 8
Thu 9
Fri 10
Sat 11
Sun 12
Mon 13
Tue 14
Wed 15
Thu 16
Fri 17
Sat 18
Sun 19
Mon 20
Tue 21
Wed 22
Thu 23
Fri 24
Sat 25
Sun 26
Mon 27
Tue 28
Wed 29
Thu 30
Fri 31
Persentase Kebiasaan Harian (Faza Juara)
75%
140 dari 186

poin tercapai bulan ini

Shalat Subuh
25/31
Membaca Al-Qur'an
20/31
Shalat Dzuhur
24/31
Shalat Ashar
22/31
Shalat Maghrib
26/31
Shalat Isya
23/31
Shalat Fardhu 5 Waktu
0/31
Kepatuhan Rutinitas Harian

Centang setelah anak menyelesaikan kegiatan untuk mendapatkan Poin.

Shalat Subuh
Membaca Al-Qur'an
Shalat Dzuhur
Shalat Ashar
Shalat Maghrib
Shalat Isya
Shalat Fardhu 5 Waktu
3/7 rutinitas selesai
Persentase Kebiasaan Harian (Aulia Juara)
84%
157 dari 186

poin tercapai bulan ini

Shalat Subuh
28/31
Membaca Al-Qur'an
22/31
Shalat Dzuhur
26/31
Shalat Ashar
25/31
Shalat Maghrib
29/31
Shalat Isya
27/31
Shalat Fardhu 5 Waktu
0/31
Kepatuhan Rutinitas Harian

Centang setelah anak menyelesaikan kegiatan untuk mendapatkan Poin.

Shalat Subuh
Membaca Al-Qur'an
Shalat Dzuhur
Shalat Ashar
Shalat Maghrib
Shalat Isya
Shalat Fardhu 5 Waktu
3/7 rutinitas selesai
Assesmen dan Tes Psikologi
Hasil Asesmen & Tes Psikologi
Anda belum menyelesaikan tes psikologi apa pun.
Konsultasi Remaja
💬 Teman Curhat Terbaik

Butuh teman bercerita tentang pelajaran, kendala diri, atau rencana sekolah? Konselor kami siap membimbingmu secara privat.

Konselor Ruang Juara:
Kak Sarah Alya, M.Psi
Psikolog Remaja & Akademik
Ust. H. Ahmad Rasyid
Konselor Syariah & Spiritual Remaja
Event Sekolah
📅 Kompetisi & Webinar

Jangan lewatkan kesempatan menambah wawasan, jaringan, dan piala prestasi di berbagai event Ruang Juara.

Webinar Nasional: Menjadi Juara di Era Digital
30 Mei 2026 09:00 - 12:00 WIB Zoom Meeting Gratis
Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) Ruang Juara 2026
15 Juni 2026 Pendaftaran dibuka Online Submission Rp50.000 / Tim
Ruang Juara Coding Camp 2026
10 Agustus 2026 13:00 - 17:00 WIB Live YouTube & Discord Gratis
Try Out Akbar Asesmen Nasional
22 Agustus 2026 08:00 - 12:00 WIB Computer Based Test (CBT) Rp25.000
Talkshow Parenting: Membentuk Mental Juara Anak
05 September 2026 10:00 - 12:00 WIB Hotel Santika & Zoom Rp75.000
Ruang Juara Islamic Fest 2026
12 September 2026 09:00 - selesai Masjid Agung Jawa Tengah Gratis
Berita Ruang Juara
📰 Informasi Terkini

Kumpulan berita, artikel pendidikan, tips belajar, dan prestasi siswa terbaru dari Sekolah Ruang Juara.

Prestasi
SMA Ruang Juara Meraih Juara Umum Olimpiade Sains Nasional 2026
24 Mei 2026

Siswa-siswi SMA Ruang Juara berhasil menyabet 5 medali emas dan 3 perak dalam OSN tingkat nasional.

Baca Selengkapnya →
Pendidikan
Penerapan Metode Gamifikasi Belajar di Sekolah Ruang Juara
20 Mei 2026

Kepala Sekolah menjelaskan efektivitas kenaikan minat belajar siswa setelah implementasi sistem poin dan ranking.

Baca Selengkapnya →
Kerjasama
Ruang Juara Menjalin Kemitraan Strategis dengan Universitas Top Nasional
05 Juni 2026

Kolaborasi ini membuka program bimbingan karir dan akses jalur prestasi khusus bagi siswa Ruang Juara.

Baca Selengkapnya →
Parenting
Webinar Pendidikan Parenting Ruang Juara Sukses Diikuti Ribuan Orang Tua
12 Juni 2026

Menghadirkan psikolog terkemuka untuk membahas pola asuh anak di era digitalisasi pendidikan.

Baca Selengkapnya →
Fitur Baru
Peluncuran Modul Belajar Berbasis Video Animasi Interaktif Terbaru
20 Juni 2026

Ruang Juara merilis 150 modul video pembelajaran interaktif baru untuk jenjang SD dan SMP.

Baca Selengkapnya →
Sosial
Pemberian Beasiswa Pendidikan Juara Bagi Siswa Kurang Mampu Berprestasi
25 Juni 2026

Sebanyak 100 siswa terpilih mendapatkan akses gratis langganan Ruang Juara dan bantuan dana belajar.

Baca Selengkapnya →
Forum Siswa
👥 Ruang Komunitas

Saling berdiskusi, membantu menjawab tugas, dan berbagi ide dengan teman-teman hebat se-Indonesia.

Buat Pertanyaan Baru:
Ahmad Rian
Siswa
Bagaimana cara mengatasi kemalasan saat belajar matematika?

Halo semuanya, saya siswa kelas 11. Setiap kali membuka buku matematika, saya selalu merasa bosan dan mengantuk. Padahal bulan depan sudah mulai ujian semester. Apakah ada tips and trik khusus dari teman-teman atau mentor agar belajar matematika jadi seru?

24 Suka 12 Balasan
Sarah Aulia
Siswa
Rekomendasi playlist lo-fi untuk menemani waktu mengaji dan belajar

Teman-teman, yuk saling berbagi link playlist instrumen yang menenangkan atau bacaan murottal Al-Quran bersuara merdu yang biasanya kalian dengarkan saat sedang belajar atau merenung di malam hari!

45 Suka 8 Balasan
ZISWAF Juara
🎁 Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf

Salurkan kepedulian sosial Anda secara syar'i untuk kemajuan ekosistem pendidikan anak-anak dhuafa berprestasi.

Zakat & Infaq
Beasiswa Pendidikan Anak Yatim & Dhuafa Berprestasi

Bantu anak-anak yatim dan dhuafa yang memiliki mimpi besar untuk terus bersekolah dan menggapai cita-citanya menjadi sarjana.

Terkumpul: Rp 38.750.000 Target: Rp 50.000.000
Wakaf
Wakaf Pembangunan Lab Komputer Sekolah Juara Pelosok

Program wakaf produktif untuk membangun dan melengkapi fasilitas laboratorium komputer bagi sekolah-sekolah di daerah 3T agar melek teknologi.

Terkumpul: Rp 64.200.000 Target: Rp 120.000.000
Koperasi & Toko Juara
🛍️ School Products

Miliki berbagai kebutuhan alat tulis sekolah, tas ergonomis, buku panduan belajar, hingga merchandise menarik.

Buku Panduan Sukses SNBP & SNBT 2026
Rp 89.000
4.9
Juara Ransel Ergonomis Smart-School
Rp 245.000
4.8
Smart Notebook A5 Reusable - Ruang Juara
Rp 65.000
4.7
Arena Game Juara 🎮
Puzzle & Logika
Puzzle & Logika
Bahasa & Literasi
Bahasa &
Literasi
Sosial & Emosional
Sosial &
Emosional
Pemain Terbaik 🔥
Siswa B
9,000 Poin
2
👑
Siswa A
10,000 Poin
1
Siswa C
8,000 Poin
3
Pilih Game
Profil Sekolah
🏫 SMA Ruang Juara

Sekolah Menengah Atas unggulan berbasis akhlak mulia dan kompetensi teknologi tinggi pertama di Indonesia.

Visi Sekolah:

"Mencetak intelektual muslim pemimpin peradaban masa depan yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan berkarakter mulia."

Misi Sekolah:
  • Pendidikan sains terpadu.
  • Pembiasaan ibadah rutin.
  • Sertifikasi hafalan quran.
  • Pendampingan minat bakat individual.
Detail Bab
Detail Do'a
Detail Surah
Masuk

Selamat Datang Kembali

Masukkan detail masuk akun Anda

Belum memiliki akun? Daftar Sekarang

Daftar Akun

Daftar Akun Baru

Lengkapi formulir di bawah ini untuk memulai

Sudah memiliki akun? Masuk di Sini

Monitoring Anak
Wali Orang Tua
Wali Orang Tua
Sekolah Sekolah Ruang Juara
Jumlah Anak 2 Anak
F
Faza Juara
@\fazajuara Islam Demo
PNG, JPG, JPEG, WEBP. Maks 4MB.
A
Aulia Juara
@\auliajuara Islam Demo
PNG, JPG, JPEG, WEBP. Maks 4MB.