Deskripsi Surat

Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah. Dinamai Al Furqaan yang artinya pembeda, diambil dari kata Al Furqaan yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Quran.
Al Quran dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil. MAka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t. dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Warna Tajwid Al-Qur'an

Warnai hukum bacaan tajwid untuk mempermudah membaca

Panduan Warna Tajwid (Standar Kemenag RI)
Merah (Idgham) Magenta (Ghunnah / Mad Lazim) Cyan (Iqlab / Mad Wajib) Hijau (Ikhfa / Mad Jaiz) Biru (Qalaqah) Abu-abu (Tidak Dibaca)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Ayat 1
تَبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَـٰلَمِينَ نَذِيرًا
Tabārakal-lażī nazzalal-furqāna ‘alā ‘abdihī liyakūna lil-‘ālamīna nażīrā(n).
Maha berlimpah anugerah (Allah) yang telah menurunkan Furqan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya (Nabi Muhammad) agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.
Ayat 2
ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ شَرِيكٌ فِى ٱلْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَىْءٍ فَقَدَّرَهُۥ تَقْدِيرًا
Allażī lahū mulkus-samāwāti wal-arḍi wa lam yattakhiż waladaw wa lam yakul lahū syarīkun fil-mulki wa khalaqa kulla syai'in fa qaddarahū taqdīrā(n).
(Yaitu Zat) yang milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi, (Dia) tidak mempunyai anak, dan tidak ada satu sekutu pun dalam kekuasaan(-Nya). Dia telah menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat.
Ayat 3
وَٱتَّخَذُواْ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً لَّا يَخْلُقُونَ شَيْــًٔا وَهُمْ يُخْلَقُونَ وَلَا يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا يَمْلِكُونَ مَوْتًا وَلَا حَيَوٲةً وَلَا نُشُورًا
Wattakhażū min dūnihī ālihatal lā yakhluqūna syai'aw wa hum yukhlaqūna wa lā yamlikūna li'anfusihim ḍarraw wa lā naf‘aw wa lā yamlikūna mautaw wa lā ḥayātaw wa lā nusyūrā(n).
Mereka mengambil sembahan selain Dia, padahal mereka (sembahan itu) tidak dapat menciptakan apa pun. Bahkan, mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) bahaya terhadap dirinya, tidak dapat (mendatangkan) manfaat, serta tidak kuasa mematikan, menghidupkan, dan tidak (pula) membangkitkan.
Ayat 4
وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّآ إِفْكٌ ٱفْتَرَٮٰهُ وَأَعَانَهُۥ عَلَيْهِ قَوْمٌ ءَاخَرُونَ‌ۖ فَقَدْ جَآءُو ظُلْمًا وَزُورًا
Wa qālal-lażīna kafarū in hāżā illā ifkuniftarāhu wa a‘ānahū ‘alaihi qaumun ākharūn(a), fa qad jā'ū ẓulmaw wa zūrā(n).
Orang-orang kafir berkata, “(Al-Qur’an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh dia (Nabi Muhammad) dengan dibantu oleh orang-orang lain,” Sungguh, mereka telah berbuat zalim dan dusta yang besar.
Ayat 5
وَقَالُوٓاْ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ ٱكْتَتَبَهَا فَهِىَ تُمْلَىٰ عَلَيْهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً
Wa qālū asāṭīrul-awwalīnaktatabahā fa hiya tumlā ‘alaihi bukrataw wa aṣīlā(n).
Mereka berkata, “(Itu) dongeng-dongeng orang-orang dahulu yang diminta (oleh Nabi Muhammad) agar (dongeng) itu dituliskan. Lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang.”
Ayat 6
قُلْ أَنزَلَهُ ٱلَّذِى يَعْلَمُ ٱلسِّرَّ فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ‌ۚ إِنَّهُۥ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا
Qul anzalahul-lażī ya‘lamus-sirra fis-samāwāti wal-arḍ(i), innahū kāna gafūrar raḥīmā(n).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “(Al-Qur’an) itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Ayat 7
وَقَالُواْ مَالِ هَـٰذَا ٱلرَّسُولِ يَأْكُلُ ٱلطَّعَامَ وَيَمْشِى فِى ٱلْأَسْوَاقِ‌ۙ لَوْلَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُونَ مَعَهُۥ نَذِيرًا
Wa qālū mā lihāżar-rasūli ya'kuluṭ-ṭa‘āma wa yamsyī fil-aswāq(i), lau lā unzila ‘alaihi malakun fa yakūna ma‘ahū nażīrā(n).
Mereka berkata, “Mengapa Rasul (Nabi Muhammad) ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa malaikat tidak diturunkan kepadanya (agar malaikat) itu memberikan peringatan bersama dia,
Ayat 8
أَوْ يُلْقَىٰٓ إِلَيْهِ كَنزٌ أَوْ تَكُونُ لَهُۥ جَنَّةٌ يَأْكُلُ مِنْهَا‌ۚ وَقَالَ ٱلظَّـٰلِمُونَ إِن تَتَّبِعُونَ إِلَّا رَجُلاً مَّسْحُورًا
Au yulqā ilaihi kanzun au takūnu lahū jannatuy ya'kulu minhā, wa qālaẓ-ẓālimūna in tattabi‘ūna illā rajulam masḥūrā(n).
atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya harta kekayaan atau kebun baginya, sehingga dia dapat makan dari (hasil)-nya?” Orang-orang zalim itu berkata, “Kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.”
Ayat 9
ٱنظُرْ كَيْفَ ضَرَبُواْ لَكَ ٱلْأَمْثَـٰلَ فَضَلُّواْ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ سَبِيلاً
Unẓur kaifa ḍarabū lakal-amṡāla fa ḍallū falā yastaṭī‘ūna sabīlā(n).
Perhatikanlah (Nabi Muhammad) bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan (yang buruk) tentang engkau! Maka, sesatlah mereka. Mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu).
Ayat 10
تَبَارَكَ ٱلَّذِىٓ إِن شَآءَ جَعَلَ لَكَ خَيْرًا مِّن ذَٲلِكَ جَنَّـٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ وَيَجْعَل لَّكَ قُصُورَۢا
Tabārakal-lażī in syā'a ja‘ala laka khairam min żālika jannātin tajrī min taḥtihal-anhār(u), wa yaj‘al laka quṣūrā(n).
Maha berlimpah anugerah (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya Dia menjadikan bagimu (sesuatu) yang lebih baik daripada (yang mereka katakan) itu, (yaitu) kebun-kebun yang mengalir di bawah (di sekitar)-nya sungai-sungai. Dia menjadikan (pula) istana-istana untukmu.
Ayat 11
بَلْ كَذَّبُواْ بِٱلسَّاعَةِ‌ۖ وَأَعْتَدْنَا لِمَن كَذَّبَ بِٱلسَّاعَةِ سَعِيرًا
Bal każżabū bis-sā‘ah(ti), wa a‘tadnā liman każżaba bis-sā‘ati sa‘īrā(n).
Sebenarnya mereka mendustakan hari Kiamat. Kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari Kiamat.
Ayat 12
إِذَا رَأَتْهُم مِّن مَّكَانِۭ بَعِيدٍ سَمِعُواْ لَهَا تَغَيُّظًا وَزَفِيرًا
Iżā ra'athum mim makānim ba‘īdin sami‘ū lahā tagayyuẓaw wa zafīrā(n).
Apabila ia (neraka) melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar darinya suara gemuruh karena marah dan geram.
Ayat 13
وَإِذَآ أُلْقُواْ مِنْهَا مَكَانًا ضَيِّقًا مُّقَرَّنِينَ دَعَوْاْ هُنَالِكَ ثُبُورًا
Wa iżā ulqū minhā makānan ḍayyiqam muqarranīna da‘au hunālika ṡubūrā(n).
Apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka dalam keadaan dibelenggu, mereka di sana berteriak mengharapkan kebinasaan.
Ayat 14
لَّا تَدْعُواْ ٱلْيَوْمَ ثُبُورًا وَٲحِدًا وَٱدْعُواْ ثُبُورًا كَثِيرًا
Lā tad‘ul-yauma ṡubūraw wāḥidaw wad‘ū ṡubūran kaṡīrā(n).
(Akan dikatakan kepada mereka,) “Janganlah kamu pada hari ini mengharapkan satu kebinasaan saja, tetapi harapkanlah kebinasaan yang banyak.”
Ayat 15
قُلْ أَذَٲلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ ٱلْخُلْدِ ٱلَّتِى وُعِدَ ٱلْمُتَّقُونَ‌ۚ كَانَتْ لَهُمْ جَزَآءً وَمَصِيرًا
Qul ażālika khairun am jannatul-khuldil-latī wu‘idal-muttaqūn(a), kānat lahum jazā'aw wa maṣīrā(n).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah (azab) seperti itu yang baik atau surga yang kekal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa sebagai balasan dan tempat kembali bagi mereka?”
Ayat 16
لَّهُمْ فِيهَا مَا يَشَآءُونَ خَـٰلِدِينَ‌ۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ وَعْدًا مَّسْــُٔولاً
Lahum fīhā mā yasyā'ūna khālidīn(a), kāna ‘alā rabbika wa‘dam mas'ūlā(n).
Bagi mereka segala yang mereka kehendaki ada di dalamnya (surga). Mereka kekal (di dalamnya). Itulah janji Tuhanmu yang pantas dimohonkan (kepada-Nya).
Ayat 17
وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ فَيَقُولُ ءَأَنتُمْ أَضْلَلْتُمْ عِبَادِى هَـٰٓؤُلَآءِ أَمْ هُمْ ضَلُّواْ ٱلسَّبِيلَ
Wa yauma yaḥsyuruhum wa mā ya‘budūna min dūnillāhi fa yaqūlu a'antum aḍlaltum ‘ibādī hā'ulā'i am hum ḍallus-sabīl(a).
(Ingatlah) hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka bersama dengan apa yang mereka sembah selain Allah. Dia lalu berfirman (kepada yang disembah), “Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu ataukah mereka sendiri yang sesat dari jalan (yang benar)?”
Ayat 18
قَالُواْ سُبْحَـٰنَكَ مَا كَانَ يَنۢبَغِى لَنَآ أَن نَّتَّخِذَ مِن دُونِكَ مِنْ أَوْلِيَآءَ وَلَـٰكِن مَّتَّعْتَهُمْ وَءَابَآءَهُمْ حَتَّىٰ نَسُواْ ٱلذِّكْرَ وَكَانُواْ قَوْمَۢا بُورًا
Qālū subḥānaka mā kāna yambagī lanā an nattakhiża min dūnika min auliyā'a wa lākim matta‘tahum wa ābā'ahum ḥattā nasuż-żikr(a), wa kānū qaumam būrā(n).
Mereka (yang disembah itu) menjawab, “Maha Suci Engkau. Tidaklah pantas bagi kami mengambil pelindung selain Engkau, tetapi Engkau telah memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan hidup sehingga mereka melupakan peringatan dan mereka kaum yang binasa.”
Ayat 19
فَقَدْ كَذَّبُوكُم بِمَا تَقُولُونَ فَمَا تَسْتَطِيعُونَ صَرْفًا وَلَا نَصْرًا‌ۚ وَمَن يَظْلِم مِّنكُمْ نُذِقْهُ عَذَابًا كَبِيرًا
Faqad każżabūkum bimā taqūlūn(a), famā tastaṭī‘ūna ṣarfaw wa lā naṣrā(n), wa may yaẓlim minkum nużiqhu ‘ażāban kabīrā(n).
Sungguh, mereka (yang disembah itu) telah mengingkari apa yang kamu katakan. Maka, kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak dapat (pula) menolong (dirimu). Siapa di antara kamu yang berbuat zalim, niscaya Kami menimpakan kepadanya azab yang besar.
Ayat 20
وَمَآ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ إِلَّآ إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ ٱلطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِى ٱلْأَسْوَاقِ‌ۗ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ‌ۗ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا
Wa mā arsalnā qablaka minal-mursalīna illā innahum laya'kulūnaṭ-ṭa‘āma wa yamsyūna fil aswāq(i), wa ja‘alnā ba‘ḍakum liba‘ḍin fitnah(tan), ataṣbirūn(a), wa kāna rabbuka baṣīrā(n).
Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Nabi Muhammad), melainkan mereka pasti menyantap makanan dan berjalan di pasar. Kami menjadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Tuhanmu Maha Melihat.
Ayat 21
۞ وَقَالَ ٱلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَآءَنَا لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْنَا ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ أَوْ نَرَىٰ رَبَّنَا‌ۗ لَقَدِ ٱسْتَكْبَرُواْ فِىٓ أَنفُسِهِمْ وَعَتَوْ عُتُوًّا كَبِيرًا
Wa qālal-lażīna lā yarjūna liqā'anā lau lā unzila ‘alainal-malā'ikata au narā rabbanā, laqadistakbarū fī anfusihim wa ‘atau ‘utuwwan kabīrā(n).
Orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami (di akhirat) berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?” Sungguh, mereka benar-benar telah menyombongkan diri dan melampaui batas (kezaliman) yang sangat besar.
Ayat 22
يَوْمَ يَرَوْنَ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ لَا بُشْرَىٰ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُجْرِمِينَ وَيَقُولُونَ حِجْرًا مَّحْجُورًا
Yauma yaraunal-malā'ikata lā busyrā yauma'iżil lil-mujrimīna wa yaqūlūna ḥijram maḥjūrā(n).
(Ingatlah) hari (ketika) mereka melihat para malaikat. Pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi para pendosa dan mereka (para malaikat) berkata, “Sungguh terlarang bagi kamu (kabar gembira).”
Ayat 23
وَقَدِمْنَآ إِلَىٰ مَا عَمِلُواْ مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَـٰهُ هَبَآءً مَّنثُورًا
Wa qadimnā ilā mā ‘amilū min ‘amalin fa ja‘alnāhu habā'am manṡūrā(n).
Kami perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.
Ayat 24
أَصْحَـٰبُ ٱلْجَنَّةِ يَوْمَئِذٍ خَيْرٌ مُّسْتَقَرًّا وَأَحْسَنُ مَقِيلاً
Aṣḥābul-jannati yauma'iżin khairum mustaqarraw wa aḥsanu maqīlā(n).
Para penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya.
Ayat 25
وَيَوْمَ تَشَقَّقُ ٱلسَّمَآءُ بِٱلْغَمَـٰمِ وَنُزِّلَ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ تَنزِيلاً
Wa yauma tasyaqqaqus-samā'u bil-gamāmi wa nuzzilal-malā'ikatu tanzīlā(n).
(Ingatlah) hari (ketika) langit pecah mengeluarkan kabut putih dan malaikat diturunkan (secara) bergelombang.
Ayat 26
ٱلْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ ٱلْحَقُّ لِلرَّحْمَـٰنِ‌ۚ وَكَانَ يَوْمًا عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ عَسِيرًا
Al-mulku yauma'iżinil-ḥaqqu lir-raḥmān(i), wa kāna yauman ‘alal-kāfirīna ‘asīrā(n).
Kerajaan yang hak pada hari itu adalah milik Yang Maha Pengasih. Itu adalah hari yang sangat sulit bagi orang-orang kafir.
Ayat 27
وَيَوْمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَـٰلَيْتَنِى ٱتَّخَذْتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلاً
Wa yauma ya‘aḍḍuẓ-ẓālimu ‘alā yadaihi yaqūlu yā laitanittakhażtu ma‘ar-rasūli sabīlā(n).
(Ingatlah) hari (ketika) orang zalim menggigit kedua tangannya seraya berkata, “Oh, seandainya (dahulu) aku mengambil jalan bersama rasul.
Ayat 28
يَـٰوَيْلَتَىٰ لَيْتَنِى لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلاً
Yā wailatā laitanī lam attakhiż fulānan khalīlā(n).
Oh, celaka aku! Sekiranya (dahulu) aku tidak menjadikan si fulan sebagai teman setia.
Ayat 29
لَّقَدْ أَضَلَّنِى عَنِ ٱلذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَآءَنِى‌ۗ وَكَانَ ٱلشَّيْطَـٰنُ لِلْإِنسَـٰنِ خَذُولاً
Laqad aḍallanī ‘aniż-żikri ba‘da iż jā'anī, wa kānasy-syaiṭānu lil-insāni khażūlā(n).
Sungguh, dia benar-benar telah menyesatkanku dari peringatan (Al-Qur’an) ketika telah datang kepadaku. Setan itu adalah (makhluk) yang sangat enggan menolong manusia.”
Ayat 30
وَقَالَ ٱلرَّسُولُ يَـٰرَبِّ إِنَّ قَوْمِى ٱتَّخَذُواْ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانَ مَهْجُورًا
Wa qālar-rasūlu yā rabbi inna qaumittakhażū hāżal-qur'āna mahjūrā(n).
Rasul (Nabi Muhammad) berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini (sebagai) sesuatu yang diabaikan.”
Ayat 31
وَكَذَٲلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِىٍّ عَدُوًّا مِّنَ ٱلْمُجْرِمِينَ‌ۗ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ هَادِيًا وَنَصِيرًا
Wa każālika ja‘alnā likulli nabiyyin ‘aduwwam minal-mujrimīn(a), wa kafā birabbika hādiyaw wa naṣīrā(n).
Begitulah, bagi setiap nabi, telah Kami adakan musuh dari para pendosa. Cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.
Ayat 32
وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ ٱلْقُرْءَانُ جُمْلَةً وَٲحِدَةً‌ۚ كَذَٲلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِۦ فُؤَادَكَ‌ۖ وَرَتَّلْنَـٰهُ تَرْتِيلاً
Wa qālal-lażīna kafarū lau lā nuzzila ‘alaihil-qur'ānu jumlataw wāḥidatan - każālika - linuṡabbita bihī fu'ādaka wa rattalnāhu tartīlā(n).
Orang-orang yang kufur berkata, “Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?” Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Nabi Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan, dan benar).
Ayat 33
وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَـٰكَ بِٱلْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا
Wa lā ya'tūnaka bimaṡalin illā ji'nāka bil-ḥaqqi wa aḥsana tafsīrā(n).
Tidaklah mereka datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, kecuali Kami datangkan kepadamu kebenaran dan penjelasan yang terbaik.
Ayat 34
ٱلَّذِينَ يُحْشَرُونَ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ أُوْلَـٰٓئِكَ شَرٌّ مَّكَانًا وَأَضَلُّ سَبِيلاً
Allażīna yuḥsyarūna ‘alā wujūhihim ilā jahannam(a), ulā'ika syarrum makānaw wa aḍallu sabīlā(n).
Orang-orang yang dikumpulkan ke (neraka) Jahanam dengan diseret wajahnya itulah yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya.
Ayat 35
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ وَجَعَلْنَا مَعَهُۥٓ أَخَاهُ هَـٰرُونَ وَزِيرًا
Wa laqad ātainā mūsal-kitāba wa ja‘alnā ma‘ahū akhāhu hārūna wazīrā(n).
Sungguh, Kami telah menganugerahkan Kitab (Taurat) kepada Musa dan menjadikan Harun saudaranya untuk menyertai dia sebagai wazir (pembantu).
Ayat 36
فَقُلْنَا ٱذْهَبَآ إِلَى ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔـايَـٰتِنَا فَدَمَّرْنَـٰهُمْ تَدْمِيرًا
Fa qulnażhabā ilal-qaumil-lażīna każżabū bi'āyātinā, fa dammarnāhum tadmīrā(n).
Kemudian Kami berfirman (kepada keduanya), “Pergilah berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami.” Lalu, Kami hancurkan mereka dengan sehancur-hancurnya.
Ayat 37
وَقَوْمَ نُوحٍ لَّمَّا كَذَّبُواْ ٱلرُّسُلَ أَغْرَقْنَـٰهُمْ وَجَعَلْنَـٰهُمْ لِلنَّاسِ ءَايَةً‌ۖ وَأَعْتَدْنَا لِلظَّـٰلِمِينَ عَذَابًا أَلِيمًا
Wa qauma nūḥil lammā każżabur-rusula agraqnāhum wa ja‘alnāhum lin-nāsi āyah(tan), wa a‘tadnā liẓ-ẓālimīna ‘ażāban alīmā(n).
(Kami telah membinasakan) kaum Nuh ketika mereka mendustakan para rasul. Kami menenggelamkan mereka dan menjadikan (kisahnya) sebagai pelajaran bagi manusia. Kami telah menyediakan untuk orang-orang zalim azab yang sangat pedih.
Ayat 38
وَعَادًا وَثَمُودَاْ وَأَصْحَـٰبَ ٱلرَّسِّ وَقُرُونَۢا بَيْنَ ذَٲلِكَ كَثِيرًا
Wa ‘ādaw wa ṡamūda wa aṣḥābar-rassi wa qurūnam baina żālika kaṡīrā(n).
(Kami telah membinasakan) kaum ‘Ad, Samud, penduduk Rass, dan banyak (lagi) generasi di antara (kaum-kaum) itu.
Ayat 39
وَكُلاًّ ضَرَبْنَا لَهُ ٱلْأَمْثَـٰلَ‌ۖ وَكُلاًّ تَبَّرْنَا تَتْبِيرًا
Wa kullan ḍarabnā lahul-amṡāl(a), wa kullan tabbarnā tatbīrā(n).
Masing-masing telah Kami berikan kepadanya perumpamaan-perumpamaan (nasib umat terdahulu) dan masing-masing telah Kami hancurkan sehancur-hancurnya.
Ayat 40
وَلَقَدْ أَتَوْاْ عَلَى ٱلْقَرْيَةِ ٱلَّتِىٓ أُمْطِرَتْ مَطَرَ ٱلسَّوْءِ‌ۚ أَفَلَمْ يَكُونُواْ يَرَوْنَهَا‌ۚ بَلْ كَانُواْ لَا يَرْجُونَ نُشُورًا
Wa laqad atau ‘alal-qaryatil-latī umṭirat maṭaras-sau'(i), afalam yakūnū yaraunahā, bal kānū lā yarjūna nusyūrā(n).
Sungguh, mereka (kaum musyrik Makkah) benar-benar telah melalui negeri (Sodom) yang (dahulu) dijatuhi hujan yang buruk (hujan batu). Tidakkah mereka menyaksikannya? Bahkan, mereka itu sebenarnya tidak mengharapkan adanya kebangkitan.
Ayat 41
وَإِذَا رَأَوْكَ إِن يَتَّخِذُونَكَ إِلَّا هُزُوًا أَهَـٰذَا ٱلَّذِى بَعَثَ ٱللَّهُ رَسُولاً
Wa iżā ra'auka iy yattakhiżūnaka illā huzuwā(n), ahāżal-lażī ba‘aṡallāhu rasūlā(n).
Apabila melihat engkau (Nabi Muhammad), mereka tidak menjadikan engkau selain sebagai ejekan (dengan mengatakan), “Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai rasul?
Ayat 42
إِن كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنْ ءَالِهَتِنَا لَوْلَآ أَن صَبَرْنَا عَلَيْهَا‌ۚ وَسَوْفَ يَعْلَمُونَ حِينَ يَرَوْنَ ٱلْعَذَابَ مَنْ أَضَلُّ سَبِيلاً
In kāda layuḍillunā ‘an ālihatinā lau lā an ṣabarnā ‘alaihā, wa saufa ya‘lamūna ḥīna yaraunal-‘ażāba man aḍallu sabīlā(n).
Sesungguhnya hampir saja dia (Nabi Muhammad) menyesatkan kita dari sesembahan kita seandainya kita tidak tetap bertahan (menyembah)-nya.” Kelak mereka akan mengetahui pada saat melihat azab, siapa gerangan yang paling sesat jalannya.
Ayat 43
أَرَءَيْتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَـٰهَهُۥ هَوَٮٰهُ أَفَأَنتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلاً
Ara'aita manittakhaża ilāhahū hawāh(u), afa anta takūnu ‘alaihi wakīlā(n).
Sudahkah engkau (Nabi Muhammad) melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya?
Ayat 44
أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ‌ۚ إِنْ هُمْ إِلَّا كَٱلْأَنْعَـٰمِ‌ۖ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلاً
Am taḥsabu anna akṡarahum yasma‘ūna au ya‘qilūn(a), in hum illā kal-an‘āmi bal hum aḍallu sabīlā(n).
Atau, apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka tidak lain hanyalah seperti hewan ternak. Bahkan, mereka lebih sesat jalannya.
Ayat 45
أَلَمْ تَرَ إِلَىٰ رَبِّكَ كَيْفَ مَدَّ ٱلظِّلَّ وَلَوْ شَآءَ لَجَعَلَهُۥ سَاكِنًا ثُمَّ جَعَلْنَا ٱلشَّمْسَ عَلَيْهِ دَلِيلاً
Alam tara ilā rabbika kaifa maddaẓ-ẓill(a), wa lau syā'a laja‘alahū sākinā(n), ṡumma ja‘alnasy-syamsa ‘alaihi dalīlā(n).
Tidakkah engkau memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu? Bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang? Sekiranya berkehendak, niscaya Dia menjadikannya (bayang-bayang itu) tetap. Kemudian, Kami jadikan matahari sebagai petunjuk tentangnya (bayang-bayang itu).
Ayat 46
ثُمَّ قَبَضْنَـٰهُ إِلَيْنَا قَبْضًا يَسِيرًا
Ṡumma qabaḍnā ilainā qabḍay yasīrā(n).
Kemudian, Kami menariknya (bayang-bayang itu) ke (arah yang) Kami (kehendaki) sedikit demi sedikit.
Ayat 47
وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ لِبَاسًا وَٱلنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ ٱلنَّهَارَ نُشُورًا
Wa huwal-lażī ja‘ala lakumul-laila libāsaw wan-nauma subātaw wa ja‘alan-nahāra nusyūrā(n).
Dialah yang menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian dan tidur untuk istirahat. Dia menjadikan siang untuk bangkit berusaha.
Ayat 48
وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ ٱلرِّيَـٰحَ بُشْرَۢا بَيْنَ يَدَىْ رَحْمَتِهِۦ‌ۚ وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً طَهُورًا
Wa huwal-lażī arsalar-riyāḥa busyram baina yadai raḥmatih(ī), wa anzalnā minas-samā'i mā'an ṭahūrā(n).
Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan). Kami turunkan dari langit air yang sangat suci.
Ayat 49
لِّنُحْــِۧىَ بِهِۦ بَلْدَةً مَّيْتًا وَنُسْقِيَهُۥ مِمَّا خَلَقْنَآ أَنْعَـٰمًا وَأَنَاسِىَّ كَثِيرًا
Linuḥyiya bihī baldatam maitaw wa nusqiyahū mimmā khalaqnā an‘āmaw wa anāsiyya kaṡīrā(n).
Agar dengannya (air itu) Kami menghidupkan negeri yang mati (tandus) dan memberi minum kepada sebagian apa yang telah Kami ciptakan, (berupa) hewan-hewan ternak dan manusia yang banyak.
Ayat 50
وَلَقَدْ صَرَّفْنَـٰهُ بَيْنَهُمْ لِيَذَّكَّرُواْ فَأَبَىٰٓ أَكْثَرُ ٱلنَّاسِ إِلَّا كُفُورًا
Wa laqad ṣarrafnāhu bainahum liyażżakkarū, fa abā akṡarun-nāsi illā kufūrā(n).
Sungguh, Kami benar-benar telah mempergilirkannya (hujan itu) di antara mereka agar mereka mengambil pelajaran. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mau (bersyukur), bahkan mereka mengingkari (nikmat).
Ayat 51
وَلَوْ شِئْنَا لَبَعَثْنَا فِى كُلِّ قَرْيَةٍ نَّذِيرًا
Wa lau syi'nā laba‘aṡnā fī kulli qaryatin nażīrā(n).
Sekiranya berkehendak, niscaya Kami utus seorang pemberi peringatan pada setiap negeri.
Ayat 52
فَلَا تُطِعِ ٱلْكَـٰفِرِينَ وَجَـٰهِدْهُم بِهِۦ جِهَادًا كَبِيرًا
Falā tuṭi‘il-kāfirīna wa jāhidhum bihī jihādan kabīrā(n).
Maka, janganlah engkau taati orang-orang kafir dan berjihadlah menghadapi mereka dengannya (Al-Qur’an) dengan (semangat) jihad yang besar.
Ayat 53
۞ وَهُوَ ٱلَّذِى مَرَجَ ٱلْبَحْرَيْنِ هَـٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَـٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَّحْجُورًا
Wa huwal-lażī marajal-baḥraini hāżā ‘ażbun furātuw wa hāżā milḥun ujāj(un), wa ja‘ala bainahumā barzakhaw wa ḥijram maḥjūrā(n).
Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar serta segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.
Ayat 54
وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ مِنَ ٱلْمَآءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُۥ نَسَبًا وَصِهْرًا‌ۗ وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا
Wa huwal-lażī khalaqa minal-mā'i basyaran fa ja‘alahū nasabaw wa ṣihrā(n), wa kāna rabbuka qadīrā(n).
Dialah (pula) yang menciptakan manusia dari air (mani). Lalu, Dia menjadikannya (manusia itu mempunyai) keturunan dan muṣāharah (persemendaan). Tuhanmu adalah Maha Kuasa.
Ayat 55
وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُهُمْ وَلَا يَضُرُّهُمْ‌ۗ وَكَانَ ٱلْكَافِرُ عَلَىٰ رَبِّهِۦ ظَهِيرًا
Wa ya‘budūna min dūnillāhi mā lā yanfa‘uhum wa lā yaḍurruhum, wa kānal-kāfiru ‘alā rabbihī ẓahīrā(n).
Mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberikan manfaat dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada mereka. Orang kafir adalah penolong (bagi setan dalam berbuat durhaka) terhadap Tuhannya.
Ayat 56
وَمَآ أَرْسَلْنَـٰكَ إِلَّا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا
Wa mā arsalnāka illā mubasysyiraw wa nażīrā(n).
Tidaklah Kami mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.
Ayat 57
قُلْ مَآ أَسْــَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِلَّا مَن شَآءَ أَن يَتَّخِذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلاً
Qul mā as'alukum ‘alaihi min ajrin illā man syā'a ay yattakhiża ilā rabbihī sabīlā(n).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kamu (dalam menyampaikan risalah itu), kecuali (mengharapkan agar) orang mau mengambil jalan kepada Tuhannya.”
Ayat 58
وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱلْحَىِّ ٱلَّذِى لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِۦ‌ۚ وَكَفَىٰ بِهِۦ بِذُنُوبِ عِبَادِهِۦ خَبِيرًا
Wa tawakkal ‘alal-ḥayyil-lażī lā yamūtu wa sabbiḥ biḥamdih(ī), wa kafā bihī biżunūbi ‘ibādihī khabīrā(n).
Bertawakallah kepada (Allah) Yang Maha Hidup yang tidak mati dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya.
Ayat 59
ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ‌ۚ ٱلرَّحْمَـٰنُ فَسْــَٔلْ بِهِۦ خَبِيرًا
Allażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā fī sittati ayyāmin ṡummastawā ‘alal-‘arsy(i), ar-raḥmānu fas'al bihī khabīrā(n).
(Allah) yang menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa. Kemudian, Dia bersemayam di atas ʻArasy. (Dialah) Yang Maha Pengasih. Tanyakanlah (wahai Nabi Muhammad) tentang Dia (Allah) kepada Yang Maha Mengetahui (Allah).
Ayat 60
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱسْجُدُواْ لِلرَّحْمَـٰنِ قَالُواْ وَمَا ٱلرَّحْمَـٰنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا ۩
Wa iżā qīla lahumusjudū lir-raḥmāni qālū wa mar-raḥmānu anasjudu limā ta'murunā wa zādahum nufūrā(n).
Apabila dikatakan kepada mereka, “Sujudlah kepada Yang Maha Pengasih.” Mereka menjawab, “Siapakah Yang Maha Pengasih itu? Apakah kami bersujud kepada (Allah) yang engkau (Nabi Muhammad) perintahkan kepada kami?” (Perintah) itu menambah mereka makin lari (dari kebenaran).
Ayat 61
تَبَارَكَ ٱلَّذِى جَعَلَ فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَٲجًا وَقَمَرًا مُّنِيرًا
Tabārakal-lażī ja‘ala fis-samā'i burūjaw wa ja‘ala fīhā sirājaw wa qamaram munīrā(n).
Maha Memberkahi (Allah) yang menjadikan gugusan bintang di langit serta padanya pelita (matahari) dan bulan yang bercahaya.
Ayat 62
وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ خِلْفَةً لِّمَنْ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا
Wa huwal-lażī ja‘alal-laila wan-nahāra khilfatal liman arāda ay yażżakkara au arāda syukūrā(n).
Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau ingin bersyukur.
Ayat 63
وَعِبَادُ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلْجَـٰهِلُونَ قَالُواْ سَلَـٰمًا
Wa ‘ibādur-raḥmānil-lażīna yamsyūna ‘alal-arḍi haunaw wa iżā khāṭabahumul-jāhilūna qālū salāmā(n).
Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, “Salam.”
Ayat 64
وَٱلَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَـٰمًا
Wal-lażīna yabītūna lirabbihim sujjadaw wa qiyāmā(n).
Dan, orang-orang yang mengisi waktu malamnya untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.
Ayat 65
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ‌ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
Wal-lażīna yaqūlūna rabbanaṣrif ‘annā ‘ażāba jahannam(a), inna ‘ażābahā kāna garāmā(n).
Dan, orang-orang yang berkata, “Wahai Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami (karena) sesungguhnya azabnya itu kekal.”
Ayat 66
إِنَّهَا سَآءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
Innahā sā'at mustaqarraw wa muqāmā(n).
Sesungguhnya ia (Jahanam itu) adalah tempat menetap dan kediaman yang paling buruk.
Ayat 67
وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُواْ لَمْ يُسْرِفُواْ وَلَمْ يَقْتُرُواْ وَكَانَ بَيْنَ ذَٲلِكَ قَوَامًا
Wal-lażīna iżā anfaqū lam yusrifū wa lam yaqturū wa kāna baina żālika qawāmā(n).
Dan, orang-orang yang apabila berinfak tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir. (Infak mereka) adalah pertengahan antara keduanya.
Ayat 68
وَٱلَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ ٱلنَّفْسَ ٱلَّتِى حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ‌ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٲلِكَ يَلْقَ أَثَامًا
Wal-lażīna lā yad‘ūna ma‘allāhi ilāhan ākhara wa lā yaqtulūnan nafsal-latī ḥarramallāhu illā bil-ḥaqqi wa lā yaznūn(a), wa may yaf‘al żālika yalqa aṡāmā(n).
Dan, orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain, tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Siapa yang melakukan demikian itu niscaya mendapat dosa.
Ayat 69
يُضَـٰعَفْ لَهُ ٱلْعَذَابُ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِۦ مُهَانًا
Yuḍā‘af lahul-‘ażābu yaumal-qiyāmati wa yakhlud fīhī muhānā(n).
Baginya akan dilipatgandakan azab pada hari Kiamat dan dia kekal dengan azab itu dalam kehinaan.
Ayat 70
إِلَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَـٰلِحًا فَأُوْلَـٰٓئِكَ يُبَدِّلُ ٱللَّهُ سَيِّـَٔـاتِهِمْ حَسَنَـٰتٍ‌ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Illā man tāba wa āmana wa ‘amila ‘amalan ṣāliḥan fa ulā'ika yubaddilullāhu sayyi'ātihim ḥasanāt(in), wa kānallāhu gafūrar raḥīmā(n).
Kecuali, orang yang bertobat, beriman, dan beramal saleh. Maka, Allah mengganti kejahatan mereka (dengan) kebaikan. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Ayat 71
وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَـٰلِحًا فَإِنَّهُۥ يَتُوبُ إِلَى ٱللَّهِ مَتَابًا
Wa man tāba wa ‘amila ṣāliḥan fa innahū yatūbu ilallāhi matābā(n).
Siapa yang bertobat dan beramal saleh sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenarnya.
Ayat 72
وَٱلَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ ٱلزُّورَ وَإِذَا مَرُّواْ بِٱللَّغْوِ مَرُّواْ كِرَامًا
Wal-lażīna yasyhadūnaz-zūr(a), wa iżā marrū bil-lagwi marrū kirāmā(n).
Dan, orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu serta apabila mereka berpapasan dengan (orang-orang) yang berbuat sia-sia, mereka berlalu dengan menjaga kehormatannya.
Ayat 73
وَٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُواْ بِـَٔـايَـٰتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّواْ عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا
Wal-lażīna iżā żukkirū bi'āyāti rabbihim lam yakhirrū ‘alaihā ṣummaw wa ‘umyānā(n).
Dan, orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka tidak bersikap sebagai orang-orang yang tuli dan buta.
Ayat 74
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٲجِنَا وَذُرِّيَّـٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Wal-lażīna yaqūlūna rabbanā hab lanā min azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a‘yuniw waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā(n).
Dan, orang-orang yang berkata, “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”
Ayat 75
أُوْلَـٰٓئِكَ يُجْزَوْنَ ٱلْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُواْ وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَـٰمًا
Ulā'ika yujzaunal-gurfata bimā ṣabarū wa yulaqqauna fīhā taḥiyyataw wa salāmā(n).
Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka serta di sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam.
Ayat 76
خَـٰلِدِينَ فِيهَا‌ۚ حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
Khālidīna fīhā, ḥasunat mustaqarraw wa muqāmā(n).
Mereka kekal di dalamnya. (Surga) itu sebaik-baik tempat menetap dan kediaman.
Ayat 77
قُلْ مَا يَعْبَؤُاْ بِكُمْ رَبِّى لَوْلَا دُعَآؤُكُمْ‌ۖ فَقَدْ كَذَّبْتُمْ فَسَوْفَ يَكُونُ لِزَامَۢا
Qul mā ya‘ba'u bikum rabbī lau lā du‘ā'ukum, faqad każżabtum fa saufa yakūnu lizāmā(n).
Katakanlah (Nabi Muhammad kepada orang-orang musyrik), “Tuhanku tidak akan mengindahkanmu kalau tidak karena ibadahmu. Padahal, sungguh kamu telah mendustakan-Nya? Oleh karena itu, kelak (azab) pasti (menimpamu).”
RUANG JUARA
TUMBUH LEBIH BAIK
Islami
Habbit Tracker
Assesmen & Tes Psikologi
Konsultasi
Video Interaktif
Event
Berita
Forum
ZISWAF
Marketplace
Gamifikasi
Profil Sekolah
Lanjutkan Bacaanmu: Qs. Ali 'Imran
198 ayat lagi 1%
Mulai Sedekah Subuh 🔥 Sedekah Subuh

Salurkan sedekah terbaik Anda di waktu subuh untuk mendatangkan rahmat dan melipatgandakan pahala kebaikan.

Siswi Menjadi Kuli
Siswi Menjadi Kuli Demi Sekolah dan Keluarga
Terkumpul Rp22.722.583
Sisa hari 20
Si Kecil Marselino
Si Kecil Marselino Lahir Tanpa Anus
Terkumpul Rp14.890.000
Sisa hari 15
Orang tua Dipenjara
Orang tua Dipenjara, Balita Butuh Uluran Tangan
Terkumpul Rp8.230.120
Sisa hari 8
Bantu Lansia
Bantu Lansia Sebatang Kara Bertahan Hidup di Gubuk
Terkumpul Rp31.250.000
Sisa hari 24
Guru Ngaji
Sedekah Subuh: Sembako untuk Guru Ngaji Pelosok
Terkumpul Rp12.430.000
Sisa hari 11
Air Bersih
Aliran Air Bersih untuk Masjid di Lereng Gunung
Terkumpul Rp5.600.000
Sisa hari 5
Rumah Quran
Patungan Pembangunan Rumah Qur'an Yatim Piatu
Terkumpul Rp45.100.000
Sisa hari 30
Operasi Katarak
Operasi Katarak Gratis untuk Ribuan Kakek-Nenek
Terkumpul Rp28.900.000
Sisa hari 18
Kursi Roda
Patungan Kursi Roda Baru untuk Siswa Difabel
Terkumpul Rp19.500.000
Sisa hari 22
Bangun Sekolah
Bantu Bangun Kembali Sekolah Roboh akibat Gempa
Terkumpul Rp62.400.000
Sisa hari 45
Selamat Datang, Juara!

Selesaikan misi harianmu hari ini untuk mendapatkan bonus Koin Ruang Juara!

Ruang Islami
⭐ Ruang Islami Terpadu

Pilih program ibadah dan tuntunan di bawah ini untuk memulai.

Al-Qur'an
Tuntunan Shalat
Tuntunan Do'a
Arah Kiblat
Hadits
Asmaul Husna
Lanjutkan Bacaanmu: Qs. Ali 'Imran
198 ayat lagi 1%
Al-Qur'an
📖 Al-Qur'an Digital

Lanjutkan hafalan dan bacaan Al-Qur'an harianmu. Klik surah untuk melacak progres bacaan secara otomatis.

Lanjutkan Bacaanmu: Qs. Ali 'Imran
198 ayat lagi 1%
1
Al-Fatihah
Pembukaan • 7 Ayat
Selesai
2
Al-Baqarah
Sapi • 286 Ayat
120/286 Ayat
3
Ali 'Imran
Keluarga Imran • 200 Ayat
2/200 Ayat
4
An-Nisa'
Wanita • 176 Ayat
Mulai
5
Al-Ma'idah
Hidangan • 120 Ayat
Mulai
6
Al-An'am
Binatang Ternak • 165 Ayat
Mulai
7
Al-A'raf
Tempat Tertinggi • 206 Ayat
Mulai
8
Al-Anfal
Rampasan Perang • 75 Ayat
Mulai
9
At-Taubah
Pengampunan • 129 Ayat
Mulai
10
Yunus
Yunus • 109 Ayat
Mulai
11
Hud
Hud • 123 Ayat
Mulai
12
Yusuf
Yusuf • 111 Ayat
Mulai
13
Ar-Ra'd
Guruh • 43 Ayat
Mulai
14
Ibrahim
Ibrahim • 52 Ayat
Mulai
15
Al-Hijr
Hijr • 99 Ayat
Mulai
16
An-Nahl
Lebah • 128 Ayat
Mulai
17
Al-Isra'
Memperjalankan Malam Hari • 111 Ayat
Mulai
18
Al-Kahf
Goa • 110 Ayat
Mulai
19
Maryam
Maryam • 98 Ayat
59/98 Ayat
20
Taha
Taha • 135 Ayat
Mulai
21
Al-Anbiya'
Para Nabi • 112 Ayat
Mulai
22
Al-Hajj
Haji • 78 Ayat
Mulai
23
Al-Mu'minun
Orang-Orang Mukmin • 118 Ayat
Mulai
24
An-Nur
Cahaya • 64 Ayat
Mulai
25
Al-Furqan
Pembeda • 77 Ayat
Mulai
26
Asy-Syu'ara'
Para Penyair • 227 Ayat
Mulai
27
An-Naml
Semut-semut • 93 Ayat
Mulai
28
Al-Qasas
Kisah-Kisah • 88 Ayat
Mulai
29
Al-'Ankabut
Laba-Laba • 69 Ayat
Mulai
30
Ar-Rum
Romawi • 60 Ayat
Mulai
31
Luqman
Luqman • 34 Ayat
Mulai
32
As-Sajdah
Sajdah • 30 Ayat
Mulai
33
Al-Ahzab
Golongan Yang Bersekutu • 73 Ayat
Mulai
34
Saba'
Saba' • 54 Ayat
Mulai
35
Fatir
Maha Pencipta • 45 Ayat
Mulai
36
Yasin
Yasin • 83 Ayat
Mulai
37
As-Saffat
Barisan-Barisan • 182 Ayat
Mulai
38
Sad
Sad • 88 Ayat
Mulai
39
Az-Zumar
Rombongan • 75 Ayat
Mulai
40
Ghafir
Maha Pengampun • 85 Ayat
Mulai
41
Fussilat
Yang Dijelaskan • 54 Ayat
Mulai
42
Asy-Syura
Musyawarah • 53 Ayat
Mulai
43
Az-Zukhruf
Perhiasan • 89 Ayat
Mulai
44
Ad-Dukhan
Kabut • 59 Ayat
Mulai
45
Al-Jasiyah
Berlutut • 37 Ayat
Mulai
46
Al-Ahqaf
Bukit Pasir • 35 Ayat
Mulai
47
Muhammad
Muhammad • 38 Ayat
Mulai
48
Al-Fath
Kemenangan • 29 Ayat
Mulai
49
Al-Hujurat
Kamar-Kamar • 18 Ayat
Mulai
50
Qaf
Qaf • 45 Ayat
Mulai
51
Az-Zariyat
Angin yang Menerbangkan • 60 Ayat
Mulai
52
At-Tur
Bukit Tursina • 49 Ayat
Mulai
53
An-Najm
Bintang • 62 Ayat
Mulai
54
Al-Qamar
Bulan • 55 Ayat
Mulai
55
Ar-Rahman
Maha Pengasih • 78 Ayat
Mulai
56
Al-Waqi'ah
Hari Kiamat • 96 Ayat
Mulai
57
Al-Hadid
Besi • 29 Ayat
Mulai
58
Al-Mujadilah
Gugatan • 22 Ayat
Mulai
59
Al-Hasyr
Pengusiran • 24 Ayat
Mulai
60
Al-Mumtahanah
Wanita Yang Diuji • 13 Ayat
Mulai
61
As-Saff
Barisan • 14 Ayat
Mulai
62
Al-Jumu'ah
Jumat • 11 Ayat
Mulai
63
Al-Munafiqun
Orang-Orang Munafik • 11 Ayat
Mulai
64
At-Tagabun
Pengungkapan Kesalahan • 18 Ayat
Mulai
65
At-Talaq
Talak • 12 Ayat
Mulai
66
At-Tahrim
Pengharaman • 12 Ayat
Mulai
67
Al-Mulk
Kerajaan • 30 Ayat
Mulai
68
Al-Qalam
Pena • 52 Ayat
Mulai
69
Al-Haqqah
Hari Kiamat • 52 Ayat
Mulai
70
Al-Ma'arij
Tempat Naik • 44 Ayat
Mulai
71
Nuh
Nuh • 28 Ayat
Mulai
72
Al-Jinn
Jin • 28 Ayat
Mulai
73
Al-Muzzammil
Orang Yang Berselimut • 20 Ayat
Mulai
74
Al-Muddassir
Orang Yang Berkemul • 56 Ayat
Mulai
75
Al-Qiyamah
Hari Kiamat • 40 Ayat
Mulai
76
Al-Insan
Manusia • 31 Ayat
Mulai
77
Al-Mursalat
Malaikat Yang Diutus • 50 Ayat
Mulai
78
An-Naba'
Berita Besar • 40 Ayat
Mulai
79
An-Nazi'at
Malaikat Yang Mencabut • 46 Ayat
Mulai
80
'Abasa
Bermuka Masam • 42 Ayat
Mulai
81
At-Takwir
Penggulungan • 29 Ayat
Mulai
82
Al-Infitar
Terbelah • 19 Ayat
Mulai
83
Al-Mutaffifin
Orang-Orang Curang • 36 Ayat
Mulai
84
Al-Insyiqaq
Terbelah • 25 Ayat
Mulai
85
Al-Buruj
Gugusan Bintang • 22 Ayat
Mulai
86
At-Tariq
Yang Datang Di Malam Hari • 17 Ayat
Mulai
87
Al-A'la
Maha Tinggi • 19 Ayat
Mulai
88
Al-Gasyiyah
Hari Kiamat • 26 Ayat
Mulai
89
Al-Fajr
Fajar • 30 Ayat
Mulai
90
Al-Balad
Negeri • 20 Ayat
Mulai
91
Asy-Syams
Matahari • 15 Ayat
Mulai
92
Al-Lail
Malam • 21 Ayat
Mulai
93
Ad-Duha
Duha • 11 Ayat
Mulai
94
Al-Insyirah
Lapang • 8 Ayat
Mulai
95
At-Tin
Buah Tin • 8 Ayat
Mulai
96
Al-'Alaq
Segumpal Darah • 19 Ayat
Mulai
97
Al-Qadr
Kemuliaan • 5 Ayat
Mulai
98
Al-Bayyinah
Bukti Nyata • 8 Ayat
Mulai
99
Az-Zalzalah
Guncangan • 8 Ayat
Mulai
100
Al-'Adiyat
Kuda Yang Berlari Kencang • 11 Ayat
Mulai
101
Al-Qari'ah
Hari Kiamat • 11 Ayat
Mulai
102
At-Takasur
Bermegah-Megahan • 8 Ayat
Mulai
103
Al-'Asr
Masa • 3 Ayat
Mulai
104
Al-Humazah
Pengumpat • 9 Ayat
Mulai
105
Al-Fil
Gajah • 5 Ayat
Mulai
106
Quraisy
Quraisy • 4 Ayat
Mulai
107
Al-Ma'un
Barang Yang Berguna • 7 Ayat
Mulai
108
Al-Kausar
Pemberian Yang Banyak • 3 Ayat
Mulai
109
Al-Kafirun
Orang-Orang kafir • 6 Ayat
Mulai
110
An-Nasr
Pertolongan • 3 Ayat
Mulai
111
Al-Lahab
Api Yang Bergejolak • 5 Ayat
Mulai
112
Al-Ikhlas
Ikhlas • 4 Ayat
Mulai
113
Al-Falaq
Subuh • 5 Ayat
Mulai
114
An-Nas
Manusia • 6 Ayat
Mulai
Tuntunan Shalat
🛐 Tuntunan Shalat

Pelajari tata cara shalat, rukun, gerakan, dan bacaan shalat sesuai sunnah.

Syarat & Rukun
Bab 1
Testing

Ini adalah testing

Bab 2
Rukun-Rukun Shalat

13 Rukun ShalatGerakan dan ucapan wajib yang harus dipenuhi:Niat di dalam hati.Berdiri tegak bagi ya...

Bab 3
Syarat Wajib & Syarat Sah Shalat

Syarat Wajib ShalatIslam: Kewajiban shalat hanya dibebankan kepada seorang Muslim.Baligh: Anak-anak ...

Tata Cara Shalat
Bab 4
Tata Cara Gerakan & Bacaan Shalat

1. Niat Shalat Fardhu Sebelum shalat dimulai, disunnahkan melafalkan niat...

Dzikir & Doa
Bab 5
Wirid & Dzikir Setelah Shalat

Bacaan Istighfar (3x)أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَAstaghfirullaahal 'adhi...

Tuntunan Do'a
🤲 Tuntunan Do'a

Temukan kumpulan doa-doa shahih bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW.

Bab 1
Doa Harian Muslim

Rangkaian doa harian sejak bangun tidur hingga akan memejamkan mata kembali.

Bab 2
Doa Rumah & Masjid

Perlindungan dan permohonan cahaya saat memasuki serta melangkahi batas tempat ibadah.

Bab 3
Doa Dalam Shalat & Ibadah

Doa-doa khusus yang dilafalkan untuk memohon pilihan terbaik dan petunjuk saat ibadah.

Bab 4
Doa Perlindungan & Keselamatan

Wirid perlindungan dari fitnah akhir zaman, wabah penyakit, dan kebaikan hidup.

Bab 5
Doa Orang Tua & Keluarga

Pilar doa bakti kepada bapak-ibu dan permohonan keharmonisan rumah tangga.

Arah Kiblat
🧭 Kompas Kiblat

Tentukan arah shalat menuju Ka'bah di Makkah menggunakan sensor kompas perangkat Anda secara langsung.

U T S B
Arah Kiblat: 295° WNW

Diukur searah jarum jam dari Utara geografis.

LOKASIMU Jakarta, ID
JARAK ~7.915 km

Gunakan browser HP dan izinkan akses lokasi/sensor kompas.

Habbit Tracker
Faza Juara Islam
POINTS 140
STATUS GREAT
BULAN INI 75%
Aulia Juara Islam
POINTS 157
STATUS OUTSTANDING
BULAN INI 84%
Wed 1
Thu 2
Fri 3
Sat 4
Sun 5
Mon 6
Tue 7
Wed 8
Thu 9
Fri 10
Sat 11
Sun 12
Mon 13
Tue 14
Wed 15
Thu 16
Fri 17
Sat 18
Sun 19
Mon 20
Tue 21
Wed 22
Thu 23
Fri 24
Sat 25
Sun 26
Mon 27
Tue 28
Wed 29
Thu 30
Fri 31
Persentase Kebiasaan Harian (Faza Juara)
75%
140 dari 186

poin tercapai bulan ini

Shalat Subuh
25/31
Membaca Al-Qur'an
20/31
Shalat Dzuhur
24/31
Shalat Ashar
22/31
Shalat Maghrib
26/31
Shalat Isya
23/31
Shalat Fardhu 5 Waktu
0/31
Kepatuhan Rutinitas Harian

Centang setelah anak menyelesaikan kegiatan untuk mendapatkan Poin.

Shalat Subuh
Membaca Al-Qur'an
Shalat Dzuhur
Shalat Ashar
Shalat Maghrib
Shalat Isya
Shalat Fardhu 5 Waktu
3/7 rutinitas selesai
Persentase Kebiasaan Harian (Aulia Juara)
84%
157 dari 186

poin tercapai bulan ini

Shalat Subuh
28/31
Membaca Al-Qur'an
22/31
Shalat Dzuhur
26/31
Shalat Ashar
25/31
Shalat Maghrib
29/31
Shalat Isya
27/31
Shalat Fardhu 5 Waktu
0/31
Kepatuhan Rutinitas Harian

Centang setelah anak menyelesaikan kegiatan untuk mendapatkan Poin.

Shalat Subuh
Membaca Al-Qur'an
Shalat Dzuhur
Shalat Ashar
Shalat Maghrib
Shalat Isya
Shalat Fardhu 5 Waktu
3/7 rutinitas selesai
Assesmen dan Tes Psikologi
Hasil Asesmen & Tes Psikologi
Anda belum menyelesaikan tes psikologi apa pun.
Konsultasi Remaja
💬 Teman Curhat Terbaik

Butuh teman bercerita tentang pelajaran, kendala diri, atau rencana sekolah? Konselor kami siap membimbingmu secara privat.

Konselor Ruang Juara:
Kak Sarah Alya, M.Psi
Psikolog Remaja & Akademik
Ust. H. Ahmad Rasyid
Konselor Syariah & Spiritual Remaja
Event Sekolah
📅 Kompetisi & Webinar

Jangan lewatkan kesempatan menambah wawasan, jaringan, dan piala prestasi di berbagai event Ruang Juara.

Webinar Nasional: Menjadi Juara di Era Digital
30 Mei 2026 09:00 - 12:00 WIB Zoom Meeting Gratis
Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) Ruang Juara 2026
15 Juni 2026 Pendaftaran dibuka Online Submission Rp50.000 / Tim
Ruang Juara Coding Camp 2026
10 Agustus 2026 13:00 - 17:00 WIB Live YouTube & Discord Gratis
Try Out Akbar Asesmen Nasional
22 Agustus 2026 08:00 - 12:00 WIB Computer Based Test (CBT) Rp25.000
Talkshow Parenting: Membentuk Mental Juara Anak
05 September 2026 10:00 - 12:00 WIB Hotel Santika & Zoom Rp75.000
Ruang Juara Islamic Fest 2026
12 September 2026 09:00 - selesai Masjid Agung Jawa Tengah Gratis
Berita Ruang Juara
📰 Informasi Terkini

Kumpulan berita, artikel pendidikan, tips belajar, dan prestasi siswa terbaru dari Sekolah Ruang Juara.

Prestasi
SMA Ruang Juara Meraih Juara Umum Olimpiade Sains Nasional 2026
24 Mei 2026

Siswa-siswi SMA Ruang Juara berhasil menyabet 5 medali emas dan 3 perak dalam OSN tingkat nasional.

Baca Selengkapnya →
Pendidikan
Penerapan Metode Gamifikasi Belajar di Sekolah Ruang Juara
20 Mei 2026

Kepala Sekolah menjelaskan efektivitas kenaikan minat belajar siswa setelah implementasi sistem poin dan ranking.

Baca Selengkapnya →
Kerjasama
Ruang Juara Menjalin Kemitraan Strategis dengan Universitas Top Nasional
05 Juni 2026

Kolaborasi ini membuka program bimbingan karir dan akses jalur prestasi khusus bagi siswa Ruang Juara.

Baca Selengkapnya →
Parenting
Webinar Pendidikan Parenting Ruang Juara Sukses Diikuti Ribuan Orang Tua
12 Juni 2026

Menghadirkan psikolog terkemuka untuk membahas pola asuh anak di era digitalisasi pendidikan.

Baca Selengkapnya →
Fitur Baru
Peluncuran Modul Belajar Berbasis Video Animasi Interaktif Terbaru
20 Juni 2026

Ruang Juara merilis 150 modul video pembelajaran interaktif baru untuk jenjang SD dan SMP.

Baca Selengkapnya →
Sosial
Pemberian Beasiswa Pendidikan Juara Bagi Siswa Kurang Mampu Berprestasi
25 Juni 2026

Sebanyak 100 siswa terpilih mendapatkan akses gratis langganan Ruang Juara dan bantuan dana belajar.

Baca Selengkapnya →
Forum Siswa
👥 Ruang Komunitas

Saling berdiskusi, membantu menjawab tugas, dan berbagi ide dengan teman-teman hebat se-Indonesia.

Buat Pertanyaan Baru:
Ahmad Rian
Siswa
Bagaimana cara mengatasi kemalasan saat belajar matematika?

Halo semuanya, saya siswa kelas 11. Setiap kali membuka buku matematika, saya selalu merasa bosan dan mengantuk. Padahal bulan depan sudah mulai ujian semester. Apakah ada tips and trik khusus dari teman-teman atau mentor agar belajar matematika jadi seru?

24 Suka 12 Balasan
Sarah Aulia
Siswa
Rekomendasi playlist lo-fi untuk menemani waktu mengaji dan belajar

Teman-teman, yuk saling berbagi link playlist instrumen yang menenangkan atau bacaan murottal Al-Quran bersuara merdu yang biasanya kalian dengarkan saat sedang belajar atau merenung di malam hari!

45 Suka 8 Balasan
ZISWAF Juara
🎁 Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf

Salurkan kepedulian sosial Anda secara syar'i untuk kemajuan ekosistem pendidikan anak-anak dhuafa berprestasi.

Zakat & Infaq
Beasiswa Pendidikan Anak Yatim & Dhuafa Berprestasi

Bantu anak-anak yatim dan dhuafa yang memiliki mimpi besar untuk terus bersekolah dan menggapai cita-citanya menjadi sarjana.

Terkumpul: Rp 38.750.000 Target: Rp 50.000.000
Wakaf
Wakaf Pembangunan Lab Komputer Sekolah Juara Pelosok

Program wakaf produktif untuk membangun dan melengkapi fasilitas laboratorium komputer bagi sekolah-sekolah di daerah 3T agar melek teknologi.

Terkumpul: Rp 64.200.000 Target: Rp 120.000.000
Koperasi & Toko Juara
🛍️ School Products

Miliki berbagai kebutuhan alat tulis sekolah, tas ergonomis, buku panduan belajar, hingga merchandise menarik.

Buku Panduan Sukses SNBP & SNBT 2026
Rp 89.000
4.9
Juara Ransel Ergonomis Smart-School
Rp 245.000
4.8
Smart Notebook A5 Reusable - Ruang Juara
Rp 65.000
4.7
Arena Game Juara 🎮
Puzzle & Logika
Puzzle & Logika
Bahasa & Literasi
Bahasa &
Literasi
Sosial & Emosional
Sosial &
Emosional
Pemain Terbaik 🔥
Siswa B
9,000 Poin
2
👑
Siswa A
10,000 Poin
1
Siswa C
8,000 Poin
3
Pilih Game
Profil Sekolah
🏫 SMA Ruang Juara

Sekolah Menengah Atas unggulan berbasis akhlak mulia dan kompetensi teknologi tinggi pertama di Indonesia.

Visi Sekolah:

"Mencetak intelektual muslim pemimpin peradaban masa depan yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan berkarakter mulia."

Misi Sekolah:
  • Pendidikan sains terpadu.
  • Pembiasaan ibadah rutin.
  • Sertifikasi hafalan quran.
  • Pendampingan minat bakat individual.
Detail Bab
Detail Do'a
Detail Surah
Masuk

Selamat Datang Kembali

Masukkan detail masuk akun Anda

Belum memiliki akun? Daftar Sekarang

Daftar Akun

Daftar Akun Baru

Lengkapi formulir di bawah ini untuk memulai

Sudah memiliki akun? Masuk di Sini

Monitoring Anak
Wali Orang Tua
Wali Orang Tua
Sekolah Sekolah Ruang Juara
Jumlah Anak 2 Anak
F
Faza Juara
@\fazajuara Islam Demo
PNG, JPG, JPEG, WEBP. Maks 4MB.
A
Aulia Juara
@\auliajuara Islam Demo
PNG, JPG, JPEG, WEBP. Maks 4MB.